YOKALBAR -- Majelis Pemangku Adat Istana Alwatzikhoebillah Sambas, Uray Reza, mengungkapkan bahwa sejarah Kabupaten Sambas telah ada selama berabad-abad. Bahkan, menurutnya, ada yang menyebutkan bahwa Sambas sudah ada pada abad ke-5.
Uray Reza berbicara mengenai asal-usul kesultanan Sambas dalam pertemuan dengan Bupati Sambas, Satono, Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi, dan Forkopimda Kabupaten Sambas ketika memperingati ulang tahun kota Sambas yang ke-390 di Istana Alwadzikoebillah.
Meskipun demikian, pernyataan ini tidak didukung oleh literatur atau manuskrip sejarah. Baru-baru ini ditemukan literatur yang mencatat berdirinya kesultanan Sambas pada abad ke-13.
Baca Juga: Satono Senang dengan Perhelatan Lomba Lagu dan Gerak Tari Sambas Mendunie
"Beberapa hari yang lalu, kita merayakan ulang tahun Sambas yang ke-390, dan sejarahnya sangat panjang. Ada yang mengatakan bahwa nama Sambas sudah ada sejak abad kelima, bahkan ada yang berpendapat hingga abad ketujuh," ujarnya di Istana Alwazikubilah Sambas.
"Namun demikian, baru-baru ini ditemukan literatur resmi yang menguatkan sejarah kesultanan Sambas. Ini tertulis dalam abad ke-13 dalam sebuah buku yang mengaitkannya dengan Majapahit," ungkapnya.
Selain itu, pernyataan ini didukung oleh beberapa temuan benda prasejarah di Kabupaten Sambas, termasuk makam yang diduga memiliki hubungan erat dengan kesultanan Sambas.
"Baru-baru ini, kami menemukan makam kuno yang diyakini sudah ada selama berabad-abad, seperti bangunan abad ke-13 di Merabuan, Kecamatan Tangaran, dengan ciri-ciri Islam dari Aceh," jelasnya.
Lebih lanjut, Uray Reza menyebutkan bahwa Sambas memiliki sekitar 15 sultan. Sultan terakhir meninggal dunia setelah terbunuh oleh tentara Jepang.
"Ada catatan sekitar 15 sultan yang memerintah, dan sultan terakhir meninggal setelah menjadi korban tentara Jepang," ungkapnya.
Oleh karena itu, ia berharap bahwa Sambas akan mencatat sejarahnya dalam bentuk tulisan dan penelitian yang dapat diakses oleh semua orang di masa mendatang.
"Yang paling penting, kita ingin agar generasi muda Sambas memahami sejarahnya dan tetap menghormati tradisi nenek moyang mereka," kata Uray Reza. (sambasnews)
Artikel Terkait
Manfaat Buah Kecapluk Untuk Kesehatan Tubuh
Sempat Berusaha Kabur dari Kejaran Polisi, Pria di Kutai Kartanegara Tertangkap Tak Berkutik Saat Digeledah
FKLL Gelar Rapat Bahas Keselamatan Berlalu Lintas di Bengkayang, Jasa Raharja Sampaikan Saran Ini
Eny Yaqut Dorong Promosikan Al-Qur'an Braille "Jangan Disimpan Aja di Lemari"