Pilgub Kalbar 2024, Apa yg masih tersisa untuk kita?, Oleh Ireng Maulana

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Kamis, 14 Maret 2024 | 21:07 WIB
petugas mengangkut logistik pemilu (yokalbar)
petugas mengangkut logistik pemilu (yokalbar)

YOKALBAR - POLITIK 

 

Ireng Maulana
Ireng Maulana (Pengamat Politik)

Pilgub Kalbar 2024, Apa yang masih tersisa untuk kita?

Oleh Ireng Maulana (Pengamat Politik)

Muda Mahendrawan sudah lebih dulu mendeklarasikan dirinya siap maju sebagai bakal Gubernur Kalbar di awal Maret 2024 melalui media sosial calon.

Kabarnya Muda mengusung narasi Kalbar Menanjak Bahagia. Kemudian, Sutarmidji juga melalui media sosialnya mengumumkan dirinya akan maju sebagai calon Gubernur Kalbar, dan lengkap dengan informasi bahwa masih akan berpasangan dengan Ria calon Norsan sebagai wakilnya.

Dengan begitu, Sutarmidji-Ria Norsan adalah petahana paket lengkap yang sudah siap berkompetisi.

Kini, para calon calon dapat langsung menyampaikan keputusan politiknya kepada pubik dengan lebih mudah, cepat, murah dan massal melalui media sosial. Padahal dulu, kegiatan politik seperti ini memerlukan waktu, persiapan dan biaya karena harus melalui pertemuan tatap muka.

Saat ini, para awak media pun tidak perlu lagi datang liputan di tempat acara dan hanya perlu mengolah informasi yang berasal dari media sosial para calon calon. Informasi teknologi telah mengubah sedikit demi sedikit aktifitas politik pemilu kita di daerah. Tanpa bertemu, kami sudah tahu jika yang berminat ingin menjadi salah satu kandidat kepala daerah.

Kalau begitu, kita hanya harus menunggu calon calon ke tiga muncul mendeklarasikan diri, itupun jika ada, serius dan tanpa keraguan.


Misalkan, head to head antara Sutarmidji-Norsan versus Muda Mahendrawan-siapapun wakilnya nanti mungkin bukan kompetisi yang meriah dan riuh rendah karena petahana akan sedikit diatas angin dari mantan Bupati Kubu Raya itu.

Muda boleh punya narasi yang kuat, namun Sutarmidji sampai dengan saat ini adalah politisi yang belum pernah kalah untuk pertarungan pribadinya baik di palagan legislatif maupun eksekutif.

Reputasi ini belum dimiliki oleh Muda atau bakal calon ketiga yang sekarang sedang berhitung keras untuk memutuskan akan maju berkompetisi atau tidak. Jika hanya dua pasang Midji VS Muda, maka kita akan terhindar dari politik sentimen etnis. Sebagaimana kita ketahui, politisasi etnis dalam jabatan politik di Kalbar sudah seperti makan sambal harus campur belacan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X