Tatal , dari Limbah Menjadi Energi Listrik yang Ramah Lingkungan

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Rabu, 31 Juli 2024 | 18:15 WIB
Ujicoba sawdust untuk bahan bakar pembangkit listrik  (yokalbar)
Ujicoba sawdust untuk bahan bakar pembangkit listrik (yokalbar)

YOKALBAR BENGKAYANG - Sawdust atau serbuk gergajian yang biasa disebut tatal oleh mayoritas warga pesisir Kalimantan Barat kini tak lagi menjadi limbah yang terkadang dibersihkan dari lokasi penggergajian dengan cara dibakar.

Sebab tatal mulai diujicobakan sebagai bahan bakar bagi pembangkit listrik.

Seperti yang dilakukan oleh PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), subholding PT PLN (Persero) melakukan uji coba bahan bakar teknologi substitusi batu bara (co-firing) biomassa serbuk gergaji (sawdust) di PLN Indonesia Power UBP Singkawang PLTU Bengkayang pada 24-26 Juli 2024.

Baca Juga: Breakingnews - PDI Perjuangan Usung Tjhai Chui Mie Muhammadin di Pilwako Singkawang

Baca Juga: Usai Melakukan Pertemuan di Turki, Prabowo Diantar Langsung ke Mobil oleh Erdoğan

Program co-firing yang bertujuan menekan emisi karbon menjadi latar belakang untuk meningkatkan porsi energi Baru Terbarukan (EBT).

Manager Layanan Operasi Dan Manajemen Stakeholeder Wilayah VIII Direktorat Biomassa PT PLN EPI, Slamet Febriyanto. Febri, sapaannya mengatakan, program co-firing ini adalah bentuk keseriusan pemerintah Indonesia dalam mewujudkan komitmen Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 melalui PLN Group.

"Dengan melaksanakan program co-firing berarti kita menggantikan ketergantungan atas energi fosil secara bertahap, penggunaan biomassa juga mampu menurunkan emisi karbon yang dihasilkan,” ungkapnya.

 

Febri juga menambahkan, program co-firing di PLTU Bengkayang ini telah menciptakan ekonomi kerakyatan karena memanfaatkan limbah perusahaan kayu yang berasal dari masyarakat di sekitar PLTU.

“Pemanfaatan sawdust untuk biomassa ini justru membantu pemilik sawmill yang awalnya terganggu karena tumpukan sawdut memenuhi area sawmill sehingga mempengaruhi kinerja mereka dan hanya dibakar untuk mengusir nyamuk,” lanjutnya.

 

Selain itu dengan pemanfaatan sawdust sebagai biomassa ini, pihaknya juga telah menciptakan ekonomi kerakyatan karena memanfaatkan limbah kayu. Dijelaskannya, mitra PLN EPI melibatkan masyarakat dalam mengumpulkan biomassa.

Menurutnya terdapat 17 titik pasokan sawdust di sekitar PLTU Bengkayang. Setiap titik, mampu menyerap 3 orang tenaga kerja baru untuk mengumpulkan sawdust. Sehingga, dengan adanya pemanfaatan sawdust untuk cofiring biomassa, setidaknya akan menyerap sekitar 50 tenaga kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X