YOKALBAR BENGKAYANG - Sawdust atau serbuk gergajian yang biasa disebut tatal oleh mayoritas warga pesisir Kalimantan Barat kini tak lagi menjadi limbah yang terkadang dibersihkan dari lokasi penggergajian dengan cara dibakar.
Sebab tatal mulai diujicobakan sebagai bahan bakar bagi pembangkit listrik.
Seperti yang dilakukan oleh PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), subholding PT PLN (Persero) melakukan uji coba bahan bakar teknologi substitusi batu bara (co-firing) biomassa serbuk gergaji (sawdust) di PLN Indonesia Power UBP Singkawang PLTU Bengkayang pada 24-26 Juli 2024.
Baca Juga: Breakingnews - PDI Perjuangan Usung Tjhai Chui Mie Muhammadin di Pilwako Singkawang
Baca Juga: Usai Melakukan Pertemuan di Turki, Prabowo Diantar Langsung ke Mobil oleh Erdoğan
Program co-firing yang bertujuan menekan emisi karbon menjadi latar belakang untuk meningkatkan porsi energi Baru Terbarukan (EBT).
Manager Layanan Operasi Dan Manajemen Stakeholeder Wilayah VIII Direktorat Biomassa PT PLN EPI, Slamet Febriyanto. Febri, sapaannya mengatakan, program co-firing ini adalah bentuk keseriusan pemerintah Indonesia dalam mewujudkan komitmen Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 melalui PLN Group.
"Dengan melaksanakan program co-firing berarti kita menggantikan ketergantungan atas energi fosil secara bertahap, penggunaan biomassa juga mampu menurunkan emisi karbon yang dihasilkan,” ungkapnya.
Febri juga menambahkan, program co-firing di PLTU Bengkayang ini telah menciptakan ekonomi kerakyatan karena memanfaatkan limbah perusahaan kayu yang berasal dari masyarakat di sekitar PLTU.
“Pemanfaatan sawdust untuk biomassa ini justru membantu pemilik sawmill yang awalnya terganggu karena tumpukan sawdut memenuhi area sawmill sehingga mempengaruhi kinerja mereka dan hanya dibakar untuk mengusir nyamuk,” lanjutnya.
Selain itu dengan pemanfaatan sawdust sebagai biomassa ini, pihaknya juga telah menciptakan ekonomi kerakyatan karena memanfaatkan limbah kayu. Dijelaskannya, mitra PLN EPI melibatkan masyarakat dalam mengumpulkan biomassa.
Menurutnya terdapat 17 titik pasokan sawdust di sekitar PLTU Bengkayang. Setiap titik, mampu menyerap 3 orang tenaga kerja baru untuk mengumpulkan sawdust. Sehingga, dengan adanya pemanfaatan sawdust untuk cofiring biomassa, setidaknya akan menyerap sekitar 50 tenaga kerja.
Artikel Terkait
Breakingnews - PDI Perjuangan Usung Tjhai Chui Mie Muhammadin di Pilwako Singkawang
Bertemu Erdoğan, Prabowo: Kami Bertekad Tingkatkan Kemitraan Strategis Kedua Negara
Usai Melakukan Pertemuan di Turki, Prabowo Diantar Langsung ke Mobil oleh Erdoğan
Momen Kolaborasi Srikandi PLN Grup se-Kalbar Berikan Edukasi Dalam Rangka Hari Anak Nasional "Anak Terlindungi, Indonesia Maju"
650 Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Singkawang Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis