YOKALBAR Sambas -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalbar bersama Pemerintah Kabupaten Sambas, mengadakan pelatihan rehabilitasi dan konseling dasar bagi Tenaga Kesehatan, Kamis (21/11/2024).
Pelatihan tenaga kesehatan dalam upaya menangani pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika,
dengan tujuan meningkatkan peran serta tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Sambas.
Pelatihan ini merupakan langkah awal Pemda Sambas dalam menyambut terbentuknya Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sambas.
Baca Juga: BASARNAS Ungkap Kronologi Tenggelamnya Bocah di Singkawang Baca Juga: Soal Ranking FIFA yang Melejit ke-125, Ini 3 Alasan Timnas Garuda Wajib Menjadi Jawara di Ajang Piala AFF 2024
Hadir pada kegiatan ini Kepala BNNP Kalbar Brigjenpol Drs Sumirat Dwiyanto MSi, Kepala Kesbangpol Kabupaten Sambas, Edi, S.E, M.Eng, serta perwakilan dari setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Sambas.
Brigjenpol Drs Sumirat Dwiyanto berharap melalui pelatihan tenaga kesehatan, dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam melayani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat narkotika.
"Tenaga kesehatan yang ada, dengan pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuannya, kemampuan dan kemauan, sehingga maksimal melayani mereka yang mengalami gangguan kesehatan akibat penyalahgunaan narkotika," katanya.
Ia menjelaskan bahwa mereka yang mengalami sakit akibat penyalahgunaan narkotika, memerlukan pengobatan melalui rehabilitasi. "Mereka memerlukan kepedulian kita, perlu pengobatan khusus melalui rehabilitasi," jelasnya.
Brigjenpol Drs Sumirat Dwiyanto berharap setelah pelatihan ini tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas bisa melaksanakan rawat jalan bagi pecandu.
"Kami harap petugas kesehatan Puskesmas bisa melaksanakan rawat jalan. Dengan rawat jalan mereka bisa melakukan aktivitasnya, bisa pulih tanpa menggangu produktivitas mereka, kecuali yang harus direhabilitasi rawat inap," tuturnya.
Dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa betul-betul menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, karena Sambas merupakan salah satu pintu masuknya narkotika ke wilayah Indonesia, baik garis pantai dan garis perbatasan darat dengan Malaysia.
Artikel Terkait
Hubungan dengan Midji Mencair, Norsan: Sudah Saling Chat
Gubernur Terpilih, Ria Norsan Kirim Karangan Bunga dan Tumpeng untuk Sutarmidji
BASARNAS Ungkap Kronologi Tenggelamnya Bocah di Singkawang
Asik Jualan Togel, Seorang Pria Dibekuk di Pemangkat
Tingkatkan Ketahanan Fisik Prajurit Yonif 645/GTY Gelar Latihan Hanmars