YOKALBAR MEMPAWAH -- - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mempawah, Arief Rinaldi, membawa tim medis gabungan dari PMI Mempawah bekerjasama dengan PMI Provinsi Kalbar, AMPI Kalbar, dan Puskesmas Mempawah Hilir guna memastikan kondisi kesehatan warga yang terisolir akibat banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Mempawah.
Tim yang menyusuri banjir menggunakan 2 unit perahu terdiri dari tiga dokter (dr. Irwanda, dr. Sugeng, dr. Syed MZ), satu perawat, dan satu bidan ini menyasar sejumlah titik terdampak banjir, termasuk Dusun Sebukit Rama, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, serta dua lokasi pengungsian di Desa Sejegi, yaitu di Gedung SDN 13 Mempawah Timur dan Gedung Kantor Desa Sejegi.
Baca Juga: Enam Penambang Emas Ilegal Dibekuk Satreskrim Polres Sambas
Arief Rinaldi mengungkapkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga yang terdampak banjir, terutama karena kondisi kebersihan yang dikhawatirkan memburuk serta tingginya tingkat stres yang dapat memicu masalah kesehatan.
“Kita uapayakan membawa tim medis, melihat bagaimana kondisi saudara kita yang terisolir banjir juga yang berada di tempat-tempat pengungsian. Kita lakukan pemeriksaan Kesehatan juga pemberian obat-obatan dan suplemen,” ujar Arief yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat tersebut.
Selain mengunjungi lokasi-lokasi yang telah diagendakan, tim PMI juga menyusuri rumah-rumah warga yang masih bertahan di tempat tinggalnya. Arief menambahkan bahwa kondisi warga yang terisolasi sangat memprihatinkan, mengingat akses transportasi mereka hanya mengandalkan sampan sederhana, dan banyak yang bahkan tidak memiliki perahu untuk mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari.
“Wilayah yang terisolasi punya akses yang sangat sulit seperti di Desa Pasir karena jalur tercepat hanya melalui sungai. Sementara, untuk menuju ke sana kita harus melawan arus yang cukup deras sehingga butuh waktu sekitar 1-2 jam,” tambahnya.
Di Desa Pasir, pelayanan kesehatan dipusatkan di kediaman Kepala Dusun, di mana tim relawan menjemput warga yang memiliki keluhan kesehatan seperti asma, influenza, penyakit kulit hingga kondisi darurat lainnya.
“Ada seorang lansia yang mengalami kondisi kesehatan memburuk telah dievakuasi ke rumah sakit dengan pengawalan Bhabinkamtibmas. Juga kita pantau ada beberapa ibu hamil yang sudah dekat HPL atau sudah hampir melahirkan.” Ungkap Arief.
Masih menurut Arief, warga yang rentan terhadap masalah kesehatan akibat banjir ini adalah lansia dan anak-anak, dengan kondisi kekurangan tenda darurat.
Selain memberikan layanan kesehatan, relawan juga memberikan snack sehat kepada kalangan anak-anak serta himbauan atau edukasi terkait bahaya bermain di air Ketika banjir dan cara menghindari risiko keselamatan yang bisa saja terjadi.
Apresiasi dari Kepala Dusun Sebukit Rama
Kepala Dusun Sebukit Rama, Muhammad Ali, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas inisiatif serta kepedulian PMI Mempawah.
Artikel Terkait
Enam Penambang Emas Ilegal Dibekuk Satreskrim Polres Sambas
Prabowo Ingatkan Pimpinan TNI-Polri: Rakyat Menuntut Dedikasi yang Tinggi
Prabowo: TNI dan Polri Harus Selalu Mawas Diri dan Koreksi Diri
Netflix Konfirmasi Squid Game 3 Tayang 27 Juni 2025, Sutradara Bagikan Kode Konfrontasi Sengit Gi Hun dan Front Man
Di-notice Kajol, Begini Respon sang Artis Bollywood Melihat Mayor Teddy dan Menlu Sugiono Menyanyikan Kuch Kuch Hota Hai