YOKALBAR PONTIANAK — Bujang Runner UP 1 Kota Pontianak 2024, Fitrah Rhama Diansyah, menginisiasi kegiatan Tukar Budaya Bersama Teman Tuli sebagai bentuk kepeduliannya terhadap minimnya akses budaya bagi teman tuli.
Sebuah acara yang bertujuan memberikan pengalaman budaya yang lebih inklusif. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 22 Februari 2025 kemarin dan berkolaborasi dengan komunitas WBDC (komunitas Tuli) serta Kuwas (Komunitas Wisata Sejarah).
Baca Juga: Kerangka Manusia di Kebun Karet Sambas, Polisi Ungkap Identitas
Melalui program Tebiat Kite, Fitrah berharap teman tuli dapat lebih mudah mengakses budaya dan sejarah.
"Jadi ini kegiatan tukar budaya sama teman tuli, kegiatan ini ada karna keresahan saya dengan akses budaya ke teman tuli sangatlah minim, akhirnya saya buat kegiatan ini dengan harapan teman tuli bisa dapat akses budaya lewat Tebiat Kite," ujarnya.
Acara tersebut diawali dengan pemaparan materi seputar tuli dan budaya tuli oleh komunitas WBDC.
Baca Juga: Imgirasi Gelar Operasi Wira Waspada Perdana di Tahun 2025
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah belajar bahasa isyarat dasar yang dipandu oleh Hesti, anggota komunitas Tuli.
Setelah sesi pengenalan budaya tuli, kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai sejarah kolonialisme di Kota Pontianak. Materi ini disampaikan oleh Khofifah Nur Rahma dari komunitas Kuwas.