Gubernur Kalbar Ingatkan Rendahnya IPM, Tingkat Kemiskinan, dan Tingginya Pengangguran

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Senin, 3 Maret 2025 | 15:25 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan Saksikan Sertijab Bupati Kayong Utara  (YOKALBAR )
Gubernur Kalbar Ria Norsan Saksikan Sertijab Bupati Kayong Utara (YOKALBAR )

Yokalbar, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi Kabupaten Kayong Utara ini, terutama dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran, dan kemiskinan. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa menjadi faktor kunci dalam memperbaiki kondisi tersebut.

“IPM kita kalau tidak salah, urutan ke-30 dari 38 provinsi sekarang. Kemudian tingkat pengangguran kita masih tinggi, tingkat kemiskinan kita juga masih tinggi di Kalimantan Barat,” kata Ria Norsan usai melakukan Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara di Balai Petitih, Kantor Gubenur Kalimantan Barat, pada 3 Maret 2025.

Baca Juga: Anak Meninggal Dikeroyok Saat Pawai Obor Pontianak, Syarifah Velia Tuntut Hukuman Mati Pelaku

Baca Juga: Gubernur Kalbar Ria Norsan Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis Sebagai Prioritas

Menurutnya, tanpa kerja sama yang erat antara berbagai tingkat pemerintahan, target peningkatan IPM dan penurunan angka pengangguran serta kemiskinan akan sulit dicapai. Ia mengajak Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik untuk bersinergi dengan pemerintah provinsi hingga ke tingkat desa agar dalam lima tahun ke depan terjadi perubahan signifikan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa IPM merupakan salah satu indikator utama keberhasilan suatu pemerintahan.

“Kalau IPM rendah, kemiskinan tinggi, pengangguran juga banyak, itu menunjukkan bahwa meskipun ekonomi tumbuh, dampaknya belum dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ria Norsan juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang ideal bukan sekadar kenaikan angka di atas kertas, melainkan harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Ekonomi bisa tumbuh 5,4 persen, tapi kalau kemiskinan masih tinggi dan pengangguran tidak turun, artinya pertumbuhan ekonomi itu tidak berkualitas,” katanya.

Ia berharap ke depan ada perubahan nyata dalam kebijakan pembangunan di Kalimantan Barat, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Ekonomi yang baik adalah ketika ekonomi meningkat, pengangguran turun, kemiskinan turun, dan IPM naik,” tutupnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Barat bahwa tantangan pembangunan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang erat agar pertumbuhan ekonomi benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X