YOKALBAR SINGKAWANG - Makan besaprah adalah tradisi etnis Melayu yang masih lestari diwilayah Kalbar khususnya Kabupaten Sambas, Kota Singkawang dan sekitarnya.
Tradisi makan besaprah ini berupa makan bersama yang biasanya dilakukan oleh enam orang dengan lima hingga enam jenis lauk pauk.
Tradisi makan besaprah dilakukan pada acara pernikahan, sakban ataupun acara-acara adat istiadat lainnya.
Guna melestarikan tradisi ini, sebanyak 43 tim mengikuti lomba besurung (menyajikan) saprah dalam rangka memeriahkan rangkaian event Pekan Kebudayaan Melayu Singkawang (PKMS) sekaligus Tahun Baru Islam 1447 H yang digelar DPD Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Singkawang di Rumah Adat Melayu Singkawang, yang dimulai sejak 26 Juni hingga 3 Juli.
Ketua DPD MABM Singkawang, Asmadi mengatakan, lomba besurung saprah ini merupakan salah satu rangkaian event PKMS sekaligus memeriahkan Tahun Baru Islam 1447 H.
"Besurung saprah ini maknanya adalah mengajarkan adat leluhur kepada generasi kita bahwa dengan makan besaprah ini kita duduk bersama, dengan makna duduk sama rendah sehingga tidak ada perbedaan derajat maupun kasta. Jadi kita makan bersama-sama dengan cara saprahan dengan segala status sosial yang bermacam-macam," katanya, Rabu (2/8/2025).
Makanan yang disajikan terdiri dari daging, telur, ayam, acar, nasi dan minuman (air serbat) sebagai penutup.
Melalui lomba ini diharapkan dapat mengajarkan kepada generasi muda terhadap adat tradisi besurung saprah untuk dilestarikan, dimajukan dan dipertahankan.
"Karena ini merupakan peninggalan leluhur kita orang melayu yang harus dikembangkan karena makna dari besaprah ini sangat baik sekali, bahwa dalam hidup ini tidak ada membawa status sosial, tetapi statusnya sama," ujarnya.
Melalui event PKMS ini, dia akan menggali kembali budaya-budaya melayu karena budaya melayu merupakan khasanah yang memberikan kontribusi untuk pengembangan kebudayaan di Indonesia.
"Saya juga mengajak seluruh puak-puak melayu dan ormas-ormas Islam dan 17 etnis yang ada di Kota Singkawang untuk terus melestarikan budaya-budaya leluhur kita masing-masing," ajaknya.
Tahun depan, katanya, MABM Singkawang akan menambah tangkai-tangkai lomba dalam rangka memeriahkan event PKMS.
"Diantaranya tangkai lomba pangka' gasing, silat dan aluk galing. Kita ngamping (membuat emping dari beras) bersama-sama di Rumah Melayu," katanya.
Artikel Terkait
Temuan Oli Palsu, Wakil Gubernur Kalbar Sidak Lokasi
Pemprov Kalbar Komit Perkuat Imunisasi
Horeee, Jalan Pesaguan-Kendawangan akan DIperbaiki, Gubernur Kalbar : Juli Nanti Kita Kerjakan
Gubernur Kalbar Yakin Kalbar Punya Potensi Lahirkan Atlet Berkualitas
Narkoba Jenis Juice Diamankan Aparat di Singkawang