YOKALBAR, SINGKAWANG - Selama 45 tahun berdiri, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Singkawang di Provinsi Kalimantan Barat akhirnya bakal memiliki Vuhara sebagai tempat ibadah warga binaan beragama Buddha.
Pembangunan Vihara ini dibangun di dalam lingkungan Lapas dan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, pada Minggu (17/8).
Kepala Lapas Kelas IIB Singkawang David Anderson Setiawan, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan tersebut. Menurutnya, vihara ini dibangun dengan dukungan dana hibah dari yayasan agama Buddha.
“Sejak berdiri pada tahun 1980, Lapas Singkawang belum memiliki vihara. Padahal negara wajib memfasilitasi kebutuhan beribadah seluruh warga binaan, termasuk bagi mereka yang beragama Buddha,” kata David.
Saat ini, jumlah narapidana beragama Buddha di Lapas Kelas IIB Singkawang tercatat sebanyak 95 orang. Dengan adanya pembangunan vihara ini, mereka akan memiliki tempat khusus untuk melaksanakan ibadah secara khidmat di dalam lapas.
David menjelaskan, pembangunan vihara ini merupakan hibah dari Yayasan Agama Buddha dan ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga bulan mendatang.
Dirinya berterimakasih kepada Yayasan Agama Buddha yang sudah membantu memenuhi fasilitas ibadah untuk warga binaan di Lapas Singkawang.
“Bangunannya tidak terlalu besar dan rumit, sehingga diperkirakan dapat selesai lebih cepat sesuai perencanaan,” ujar Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, menyambut baik pembangunan vihara tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak beribadah warga binaan merupakan bagian dari upaya pembinaan agar narapidana dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.
“Dengan adanya fasilitas ibadah ini, diharapkan warga binaan beragama Buddha dapat semakin tekun beribadah, membentuk karakter yang lebih baik, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di dalam lapas,” katanya.
Dia berharap, setelah vihara berdiri, warga binaan beragama Buddha dapat lebih mudah menjalankan kegiatan keagamaan secara rutin. Fasilitas ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual bagi narapidana, sehingga mereka lebih siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman. (*)
Artikel Terkait
UBP Singkawang Gelar Upacara Bendera Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia
Jejak Tradisi Tarik Tambang, dari Budaya Latihan Militer China ke Perlombaan Warga di Momen Kemerdekaan RI
Viral Tangis Kecewa Drumband saat Momen HUT RI ke-80 di Jambi Gegara ASN yang Diduga Sengaja Putar Musik Kencang
Viral Dugaan 3 WNI yang Nyaris Diculik Oknum Perdagangan Orang di Kamboja, Mulanya Dijanjikan Kerja Resto
Viral Paskibraka di Papua Tetap Selesaikan Tugas Pengibaran Bendera RI, Meski Hampir Jatuh Pingsan