Pemprov Kalbar Komitmen Maksimalkan Layanan Kesehatan

photo author
Sulandra, YoKalbar
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 17:41 WIB
caption: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (istimewa)
caption: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (istimewa)

YOKALBAR, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan dukungan penuh Pemprov Kalbar terhadap program pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan tenaga medis spesialis di Indonesia. Hal ini disampaikan saat menghadiri The 2nd International Conference on Advancing Post Graduate Medical Education (PGME) 2025 di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Konferensi yang digelar Kementerian Kesehatan RI bersama mitra strategis ini mengusung tema “Aligning Standards, Strengthening Systems, Empowering Future Specialists”. Dalam rangkaian agenda, dilakukan penyerahan sertifikat Akreditasi Institusi Penyelenggara Pendidikan ACGME International kepada RS Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk pemerataan layanan kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya percepatan pemerataan layanan operasi bypass jantung di seluruh provinsi. Menurutnya, meski pada 2022 hanya sembilan provinsi memiliki fasilitas operasi bypass, kini jumlahnya sudah berkembang menjadi 25 provinsi. Pemerintah menargetkan pada 2027 seluruh provinsi mampu menyediakan layanan tersebut.

Baca Juga: Pasutri Asal Malaysia Bawa 2 Kg Sabu ke Kalbar, Diupah RM 5000 dari Bandar

“Transformasi kesehatan ini bertujuan agar masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama atau menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan operasi bypass jantung. Semua provinsi diharapkan bisa menyediakan layanan ini,” ujar Budi.

Gubernur Ria Norsan juga mengatakan bahwa kehadirannya menjadi bentuk nyata komitmen Kalbar dalam mendukung penguatan layanan kesehatan, terutama ketersediaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang kompeten dan optimalisasi pemanfaatan alat kesehatan dari Kemenkes.

“Pemprov Kalbar siap memastikan tenaga medis berkompetensi agar fasilitas yang disediakan Kementerian Kesehatan dapat digunakan secara maksimal bagi masyarakat,” tegas Ria Norsan.

Baca Juga: Mediasi Soal Kompensasi SUTET di Singkawang Berakhir Deadlock, Akbar Firmansyah: Permintaan Mereka di Luar Konteks

Terakhir, kesediaan pemerintah daerah untuk menjamin penggunaan alat kesehatan dengan baik, serta kesiapan rumah sakit daerah menjadi hospital base dalam program KJSU-KIA, menunjukkan keseriusan Kalbar meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sulandra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X