Pesan Gubernur Ria Norsan kepada Pemuda, Jauhi Judol

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 20:43 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan  (yokalbar)
Gubernur Kalbar Ria Norsan (yokalbar)

Gubernur Norsan Ajak Generasi Muda Jauhi Judi Online dan Gemar Menabung

YoKalbar PONTIANAK– Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi praktik judi online dan mulai membiasakan diri menabung sejak dini. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Kampanye Ayo Menabung dan Literasi Anak Tiga Etnis Kalbar yang digelar di Pendopo Gubernur, Minggu.

Ia menekankan dampak negatif judi online yang telah memakan banyak korban. Ia menyebut banyak warga yang sebelumnya memiliki usaha baik, akhirnya kehilangan segalanya akibat terjebak dalam permainan digital ilegal tersebut.

“Banyak masyarakat kita ini yang sampai berhabis. Maksudnya dia punya usaha bagus, kena judi online ini, akhirnya berhabis sampai datang, sekarang hanya pakaian yang ada di badannya,” kata Norsan.

Ia juga mengingatkan bahwa judi online bukan hanya melanggar hukum, tapi juga dilarang oleh agama. “Mesin itu sudah diatur. Kita dibohongi. Mesin tuh udah dimenangin dulu. Nggak ada juri yang betul-betul bikin kita menang,” tegasnya.

Baca Juga: Ria Norsan Hargai Semangat Mahasiswa, Harap Aspirasi Disampaikan Secara Tertib

Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Imbau Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Santun

Ia menilai pentingnya generasi muda dibekali dengan kebiasaan positif seperti menabung, dan mengatakan bahwa Kalbar pernah meraih predikat terbaik dalam program tabungan pelajar dan berharap semangat itu terus ditumbuhkan.

“Alhamdulillah, kita pernah menjadi nomor satu untuk tabungan pelajar. Kegiatan ini penting untuk membangun literasi keuangan anak-anak kita,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari puncak program kerja Duta Bahasa Kalimantan Barat tahun 2025. Kepala Balai Bahasa Kalbar, Uniawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar anak-anak usia sekolah dari tiga etnis besar di Kalimantan Barat, Melayu, Dayak, dan Jawa, dengan tujuan menanamkan nilai toleransi dan kecintaan terhadap bahasa daerah.

“Sebelum hari ini, mereka sudah melaksanakan berbagai kegiatan. Kami ingin anak-anak memahami bahasa daerah mereka masing-masing sebagai bagian dari identitas. Program ini juga dirancang untuk membangun sikap saling menghargai antaretnis sejak usia dini,” kata Uniawati.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas di masyarakat. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah harus menjadi prioritas bersama, bukan hanya sebatas pemenuhan program tahunan lembaga.

Kampanye Ayo Menabung dan Literasi Anak Tiga Etnis Kalbar ini merupakan kerja sama antara OJK Kalbar, Balai Bahasa, dan berbagai mitra pendidikan. Diharapkan, melalui pendekatan literasi keuangan dan kebahasaan, anak-anak Kalbar mampu tumbuh menjadi generasi cerdas, toleran, dan bijak dalam menghadapi era digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X