Gubernur Ria Norsan Dorong Pemerataan Dokter Spesialis Lewat Program Fellowship Jantung RSUD dr. Soedarso

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 21:02 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan Luncurkan Program Internet Gratis untuk Pendidikan di Kalbar (yokalbar)
Gubernur Kalbar Ria Norsan Luncurkan Program Internet Gratis untuk Pendidikan di Kalbar (yokalbar)

YoKalbar, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyambut positif peluncuran program fellowship jantung intervensi di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Ia menyebut program tersebut sebagai langkah strategis dalam pemerataan tenaga medis spesialis di Kalimantan Barat.

“Beberapa bulan lalu kita baru membahas rencana fellowship ini, dan hari ini sudah terwujud. Ini bukti sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan tenaga medis Kalbar,” ujar Norsan usai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara RSUD dr. Soedarso dan Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia (KJPDI), Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Kapolri Dorong Partisipasi Ojol dalam Menjaga Kamtibmas Melalui Program “Jogo Jatim” di Jatim

Baca Juga: Soal Peran Tim Koordinasi MBG Bentukan Prabowo, Mensesneg: untuk Membantu Badan Gizi Nasional

Menurutnya, hadirnya pusat pendidikan fellowship jantung intervensi pertama di Pulau Kalimantan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperluas akses layanan kesehatan spesialistik di kabupaten dan kota.

“Ke depan, para dokter yang mengikuti fellowship ini akan ditempatkan di berbagai daerah. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Pontianak untuk mendapatkan layanan jantung. Layanannya akan lebih cepat dan merata,” tambahnya.

Program fellowship ini merupakan hasil kerja sama antara RSUD dr. Soedarso Pontianak dan KJPDI, yang turut didukung oleh Kementerian Kesehatan RI. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur RSUD dr. Soedarso, Hary Agung Tjahyadi, dan Ketua KJPDI, Renan Sukmawan, disaksikan oleh Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes RI, Yuli Farianti.

Direktur RSUD dr. Soedarso, Hary Agung, menjelaskan bahwa fellowship ini adalah pendidikan lanjutan setara subspesialis (Sp-2) berdurasi satu tahun, ditujukan bagi dokter spesialis jantung agar siap melakukan tindakan intervensi di rumah sakit masing-masing.

“RSUD dr. Soedarso sudah memiliki lima dokter subspesialis jantung dan fasilitas yang memadai untuk mendukung program ini. Selain itu, Kemenkes juga memberikan dukungan pembiayaan,” terangnya.

Sementara itu, Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes RI, Yuli Farianti, menegaskan bahwa pembukaan program fellowship di Kalbar merupakan bagian dari upaya nasional mempercepat pemerataan dokter spesialis di daerah.

“Masih banyak wilayah yang belum memiliki dokter spesialis, bahkan tenaga dasar pun masih terbatas. Dengan sistem pendidikan berbasis rumah sakit seperti ini, masyarakat akan lebih mudah dan murah mengakses layanan kesehatan,” jelasnya.

Dengan resmi beroperasinya program fellowship ini, RSUD dr. Soedarso menjadi pelopor pendidikan jantung intervensi di Kalimantan. Inisiatif ini diharapkan memperkuat sistem layanan kesehatan sekaligus menjadi model pengembangan pendidikan kedokteran berbasis rumah sakit di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X