Ria Norsan Ingatkan Bahaya Rivalitas Geopolitik

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Senin, 22 Desember 2025 | 03:24 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan Memimpin Upacara (yokalbar)
Gubernur Kalbar Ria Norsan Memimpin Upacara (yokalbar)

 Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, memimpin jalannya Upacara Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-77 Tahun 2025 dengan penuh khidmat di halaman Kantor Gubernur, Jumat (19/12/2025).

Dalam upacara tersebut, Gubernur secara lantang membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berisi pesan-pesan strategis mengenai ketahanan nasional dan pengabdian tanpa pamrih.

Kegiatan Upacara ini juga turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar Harisson, beserta jajaran, Forkopimda, para ASN, hingga organisasi masyarakat lainnya.

Mengawali pidatonya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa momentum Hari Bela Negara adalah waktu untuk meneguhkan kembali komitmen dalam menjaga keutuhan bangsa.

Ia mengingatkan kembali sejarah besar tanggal 19 Desember sebagai hari berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi tahun 1948.

"Peristiwa itu adalah bukti nyata bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri meski di tengah ancaman agresi militer," ujar Ria Norsan membacakan amanat Presiden Prabowo Subianto.

Presiden dalam amanatnya yang dibacakan Gubernur menekankan bahwa tema tahun ini, "Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju", menuntut semua untuk memiliki kesiapsiagaan dan disiplin tinggi. Hal ini sangat relevan mengingat dunia saat ini berada dalam dinamika yang cepat dan penuh ketidakpastian.

Gubernur memaparkan rincian ancaman yang harus diwaspadai oleh seluruh warga Kalimantan Barat, antara lain Rivalitas Geopolitik dan Krisis Energi yang mana Tantangan global yang berdampak langsung pada stabilitas nasional.

Kemudian Disrupsi Teknologi dan Perang Siber, yang bentuk ancamannya non-konvensional yang nyata di era digital hingga Manipulasi Informasi arus hoaks yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Tak hanya itu menurut amanat tersebut. Radikalisme dan Bencana Alam juga menjadi tantangan internal yang memerlukan ketangguhan kolektif.

“Oleh karenanya, belajar dari Aceh, Sumut, dan Sumbar”, tegasnya.

Dalam momen penuh haru, Gubernur Ria Norsan juga menyampaikan simpati Presiden bagi warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang saat ini tengah diuji bencana alam. Ia menegaskan bahwa ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa bagi Republik.

Menurutnya, Aceh Sebagai "Daerah Modal" yang menjadi benteng pertahanan Nusantara dan penopang diplomasi kemerdekaan. Kemudian Sumatera Utara sebagai simbol ketangguhan rakyat melalui perlawanan Medan Area yang menjaga kesinambungan negara dan Sumatera Barat Penyelamat Republik melalui PDRI, yang tanpa keberanian pemimpinnya, sejarah Indonesia akan berbeda.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X