Poltekkes Kemenkes Pontianak Bangun Generasi Lay Rescuer melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Metode TUMAYA di Kota Singkawang

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:17 WIB

YOKALBAR, SINGKAWANG - Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diselenggarakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak memasuki tahap implementasi metode TUMAYA (Tutor Teman Sebaya) pada Sabtu (1/8) di SMA Santo Paulus Nyarumkop.

Sebanyak 30 responden mengikuti pelatihan yang dipandu langsung oleh sembilan tutor teman sebaya yang telah mendapatkan pembekalan intensif pada hari sebelumnya.

Para tutor dibagi ke dalam tiga kelompok, dengan masing-masing kelompok mendampingi sekitar 10 peserta.

Melalui pendekatan pembelajaran antarteman sebaya, para peserta memperoleh materi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD), dilanjutkan dengan praktik kompresi dada, ujian keterampilan, hingga simulasi penanganan korban henti jantung yang dirancang menyerupai situasi nyata.

Selama proses pembelajaran, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak berperan sebagai fasilitator dan evaluator.

Tim memastikan setiap tutor mampu menyampaikan materi dengan baik serta setiap peserta dapat melakukan langkah-langkah Bantuan Hidup Dasar sesuai prosedur. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif, dengan peserta saling berdiskusi, berlatih, dan memberikan umpan balik selama praktik berlangsung.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak, Egidius Umbu Ndeta, menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta, tutor, dan pihak sekolah selama dua hari pelaksanaan kegiatan.

"Dua hari pelaksanaan kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada SMA Santo Paulus Nyarumkop atas kepercayaan dan kerja sama yang sangat baik, kepada para guru yang terus mendampingi, kepada narasumber, serta kepada seluruh peserta dan tutor teman sebaya yang telah menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Harapan kami, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi terus diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat sehingga semakin banyak generasi muda yang siap menjadi lay rescuer," jelasnya.

Pada acara penutupan, Tri Anita Avilla, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Santo Paulus Nyarumkop, menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Pontianak atas pelaksanaan program yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak atas ilmu, pendampingan, dan dedikasi yang telah diberikan kepada siswa-siswi kami. Metode Tutor Teman Sebaya memberikan pengalaman belajar yang menarik karena siswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berperan sebagai pendidik bagi teman-temannya. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam berbagai program pengembangan kapasitas generasi muda," ungkapnya.

Kegiatan secara resmi ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri yang diikuti oleh seluruh peserta, tutor teman sebaya, guru, narasumber, dan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Momen tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus mengabdikan ilmu serta keterampilan dalam upaya menyelamatkan nyawa melalui Bantuan Hidup Dasar.

Melalui implementasi metode TUMAYA (Tutor Teman Sebaya), Poltekkes Kemenkes Pontianak berharap lahir semakin banyak generasi muda yang memiliki kepedulian, keberanian, dan kompetensi sebagai lay rescuer, sehingga mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Rekomendasi

Terkini

X