Penyelamat Jepang Berpacu dengan Waktu Cari Korban yang Terjebak Reruntuhan Usai Gempa M 7,1

photo author
Turnado, YoKalbar
- Rabu, 29 Juli 2026 | 11:37 WIB
 Update Gempa Jepang (Instagram @ommaxinfo)
Update Gempa Jepang (Instagram @ommaxinfo)

YOKALBAR – Tim penyelamat Jepang terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi terhadap korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7).

Operasi penyelamatan melibatkan ribuan personel gabungan dari pemadam kebakaran, kepolisian, Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Forces), serta tim medis darurat yang bekerja tanpa henti untuk menemukan para korban di sejumlah lokasi terdampak paling parah.

Salah satu titik pencarian difokuskan di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Kashima yang mengalami ledakan dan runtuh sebagian setelah gempa terjadi.

Sejumlah orang dilaporkan masih berada di dalam bangunan saat insiden berlangsung sehingga dikhawatirkan terjebak di bawah material bangunan.

Selain itu, upaya evakuasi juga dilakukan di kawasan industri dan permukiman yang mengalami kerusakan berat.

Pemerintah Jepang menyatakan bahwa penyelamatan korban menjadi prioritas utama.

Perdana Menteri Sanae Takaichi telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna mempercepat proses evakuasi, memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, serta memastikan informasi mengenai kondisi di lapangan disampaikan secara cepat dan akurat.

Hingga Rabu (29/7), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan terus bertambah, sementara puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dan masih ada korban yang dinyatakan hilang.

Petugas memperingatkan bahwa operasi penyelamatan menghadapi tantangan besar akibat banyaknya bangunan yang rusak, potensi gempa susulan, serta kondisi struktur yang masih labil.

Gempa berkekuatan M 7,1 tersebut juga menyebabkan gangguan luas terhadap infrastruktur.

Layanan kereta cepat dan penerbangan sempat dihentikan, ribuan rumah mengalami pemadaman listrik, serta sejumlah jalan dan jembatan mengalami kerusakan.

Otoritas Jepang sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan tsunami, namun kemudian dicabut setelah kondisi dinilai aman.

Badan Meteorologi Jepang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dalam beberapa hari ke depan.

Warga yang berada di wilayah terdampak diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan dan mengikuti arahan dari petugas setempat demi keselamatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X