YOKABAR - Isu program nuklir Iran kerap menjadi sorotan utama Amerika Serikat (AS) dalam politik global. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Washington sampai mengambil langkah militer untuk menekan Teheran.
Hal ini memunculkan pertanyaan: mengapa Iran begitu disorot, sementara negara lain yang juga memiliki program nuklir tidak mendapatkan tekanan serupa?
Berikut penjelasan dari berbagai sudut pandang geopolitik dan keamanan internasional.
Ancaman Keamanan dan Tuduhan Senjata Nuklir
Salah satu alasan utama AS menekan Iran adalah kekhawatiran bahwa program nuklir negara tersebut tidak hanya untuk tujuan damai, tetapi berpotensi dikembangkan menjadi senjata nuklir.
Presiden AS pernah menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran bertujuan “menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir dan menghentikan ancaman nuklir” dari negara tersebut .
Iran sendiri membantah tuduhan itu dan menyatakan program nuklirnya untuk energi dan penelitian. Namun, tingkat pengayaan uranium yang tinggi kerap memicu kecurigaan negara Barat.
Faktor Politik dan Hubungan yang Buruk
Berbeda dengan beberapa negara lain yang memiliki senjata nuklir, hubungan Iran dengan AS sudah lama tegang sejak Revolusi Iran 1979.
Iran juga kerap disebut oleh AS sebagai negara yang menentang kepentingan Barat dan memiliki pengaruh kuat di Timur Tengah. Kondisi ini membuat isu nuklir Iran bukan hanya soal teknologi, tetapi juga politik.
Peran Iran di Timur Tengah
Iran memiliki pengaruh besar di kawasan Timur Tengah, termasuk dukungan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap sebagai ancaman oleh AS dan sekutunya.
AS menyebut Iran sebagai “negara sponsor teror” dan melihat program nuklirnya sebagai risiko besar jika dikombinasikan dengan pengaruh regional tersebut .
Tekanan dari Sekutu, Terutama Israel
Artikel Terkait
Antisipasi Penutupan Selat Hormuz, Pemerintah Alihkan Sumber Pasokan Minyak
Dampak Perang Iran vs Israel-AS, Ekonom CSED-INDEF Sarankan Pembatalan Perjanjian Dagang RI-AS
Kabar Baik! 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz
Sinyal Damai Iran Tekan Harga Minyak, Ekonom Kupas Dampak Berbeda di RI
Ramai Isu Jalur Viral Selat Hormuz Tutup Lagi, dari Ultimatum Donald Trump sampai AS yang Dinilai Langgar Janji