YOKALBAR – PT Pertamina International Shipping (PIS) mengumumkan bahwa dua kapal miliknya yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk Arab/Teluk Persia kini bersiap untuk melintasi Selat Hormuz. Hal ini menyusul keputusan Iran membuka kembali jalur perdagangan laut tersebut.
Adapun dua kapal milik Pertamina yang dimaksud adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang sebelumnya belum dapat melewati Selat Hormuz.
Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, mengatakan bahwa saat ini perusahaan tengah melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman.
“Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontingensi,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4).
Ia menambahkan bahwa koordinasi aktif terus dilakukan dengan berbagai pihak, terutama Kementerian Luar Negeri yang membantu menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait.
Selain itu, perusahaan juga berkoordinasi dengan pihak asuransi, manajemen kapal (ship management), pemilik kargo, serta otoritas setempat guna memastikan seluruh prosedur perizinan untuk melintasi Selat Hormuz dapat terpenuhi dengan baik.
“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal, serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” tegas Vega.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dan negosiasi dengan pemerintah Iran agar kapal milik Pertamina dapat segera melintasi Selat Hormuz.
Menurutnya, proses koordinasi tersebut telah menunjukkan sinyal positif dari pemerintah Iran.
“Kami berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi dalam negeri tetap terjaga,” pungkas Anggia.
Artikel Terkait
Ketegangan AS-Israel Vs Iran Meningkat, Pakar: Swasembada yang Diusahakan Prabowo Jadi Relevan
Evan Haydar Ngaku Cemas Tak Bisa Pulang ke RI, Jika Jerman Ikut Masuk Pusaran Konflik Perang AS-Israel Melawan Iran
Sebelum Gugur, Ali Khamenei Sempat Bongkar Upaya AS Selama 47 Tahun Lalu yang Tak Mampu Lenyapkan Republik Islam Iran
Antisipasi Penutupan Selat Hormuz, Pemerintah Alihkan Sumber Pasokan Minyak
Dampak Perang Iran vs Israel-AS, Ekonom CSED-INDEF Sarankan Pembatalan Perjanjian Dagang RI-AS