YOKALBAR - Situasi di Selat Hormuz kian genting setelah pasukan Iran dilaporkan menembaki tiga kapal dan menyita dua di antaranya pada Rabu. Aksi ini menandai peningkatan eskalasi di tengah blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Ketegangan kedua negara kini berdampak besar terhadap jalur pelayaran strategis dunia.
Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama sekitar 20 persen perdagangan minyak global dalam kondisi normal, praktis mengalami gangguan serius tanpa tanda-tanda mereda.
Media Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membawa dua kapal yang ditembaki ke wilayah pantai Iran.
Baca Juga: Blokade Memanas! Militer AS Hentikan 3 Tanker Minyak Iran di Perairan Asia
Meski demikian, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa penyitaan tersebut tidak melanggar kesepakatan gencatan senjata karena kapal yang ditahan bukan milik AS maupun Israel.
Dampak konflik mulai terasa secara global. Lonjakan harga energi terjadi di berbagai kawasan, dengan harga minyak mentah acuan internasional Brent Crude Oil menembus angka USD100 per barel atau naik sekitar 35 persen dibanding sebelum konflik.
Kenaikan ini turut mendorong biaya logistik, pangan, dan kebutuhan lainnya.
Komisaris Energi Uni Eropa, Dan Jørgensen, memperingatkan bahwa krisis ini berpotensi membawa dampak jangka panjang bagi konsumen dan dunia usaha. Ia menyebut kerugian ekonomi di Eropa bisa mencapai sekitar 500 juta euro per hari.
Laporan yang dikutip dari Associated Press menyebut dua kapal yang disita adalah MSC Francesca dan Epaminondas, yang kini berada dalam pengawalan menuju wilayah Iran.
Sementara itu, sebuah kapal ketiga bernama Euphoria dilaporkan kandas di pantai Iran, meski belum ada penjelasan rinci terkait insiden tersebut.
Perusahaan pelayaran Technomar mengungkapkan bahwa kapal Epaminondas sempat ditembaki oleh kapal perang di lepas pantai Oman hingga menyebabkan kerusakan pada anjungan.
Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran internasional.
Pemerintah Panama turut mengecam penyitaan kapal MSC Francesca yang berbendera negaranya dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap keamanan maritim internasional.
Artikel Terkait
Sinyal Damai Iran Tekan Harga Minyak, Ekonom Kupas Dampak Berbeda di RI
Ramai Isu Jalur Viral Selat Hormuz Tutup Lagi, dari Ultimatum Donald Trump sampai AS yang Dinilai Langgar Janji
Kenapa AS Terus Soroti Nuklir Iran, Tapi Tidak Negara Lain? Ini Penjelasannya
Trump Ancam Rebut Uranium Iran Secara “Paksa” jika Negosiasi Mentok
Blokade Memanas! Militer AS Hentikan 3 Tanker Minyak Iran di Perairan Asia