YOKALBAR- Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meminta agar tidak ada lagi kasus anak putus sekolah akibat terkendala biaya.
"Kalau ada yang kurang mampu, ajukan ke kepala sekolah, nanti kami bantu. Mulai dari baju, celana, topi hingga dasi", kata Sutarmidji ketika memberikan sambutan dalam kunjungan kerjanya di Kapuas Hulu seraya menyerahkan bansos untuk wilayah Jongkong dan Selimbau.
Kemudian terkait keikutsertaan BPJS, dirinya berharap agar kepala desa dan camat aktif mendata masyarakat yang kurang mampu untuk membayar premi yang telah ditetapkan.
"Sampaikan juga datanya ke kita, jika ada kuota, jadi bisa segera kita ajukan. Mudah - mudahan bisa diakomodir untuk dibantu pembayaran preminya", ujarnya.
Pada kesempatan ini, Gubernur memberikan konsentrasi khusus pada penanganan stunting. Dirinya berharap data stunting di Kapuas Hulu segera dipertegas. Sehingga langkah yang akan diambil tepat sasaran.
"Data stunting harus valid, by name by address. Saat ini angka stunting di Kapuas Hulu cukup tinggi, meningkat dari sebelumnya dan sekarang 47 persen. Ini harus menjadi perhartian khusus. Saya minta pak camat harus benar - benar serius menangani ini. Karena masih baru, konsentrasi program ke stunting saja. Hal ini karena aspek kesehatan bisa mempengaruhi daya saing daerah kita", tegas Sutarmidji.
Seraya menegaskan hal tersebut, Gubernur Sutarmidji siap mendukung percepatan penanganan stunting di Kab. Kapuas Hulu. Dirinya menyatakan akan segera menyiapkan USG Portable di beberapa kecamatan yang ada di Kapuas Hulu guna mengantisipasi lebih dini potensi - potensi stunting pada ibu hamil.
"Nanti kami akan siapkan USG Portable. Ini agar kita dapat mendeteksi lebih cepat potensi - potensi stunting di masyarakay kita khususnya pada ibu hamil. Sehingga kita juga dapat mengantisipasi dan menangani stunting tersebut lebih dini. Yang jelas puskesmas harus ada", tegasnya.
Artikel Terkait
Uray Juliansyah Bawaslu Provinsi Kalbar Monitoring Ke Sambas
BREAKING NEWS - Terakhir Terima Orderan Pukul 10 Malam, Jasad Driver Ojol Ditemukan Bersimbah Darah di Kalbar
Tokoh Asal Kalbar Pernah Jabat Posisi Wakil Presiden Republik Indonesia, Beliau Alumnus Untan Loh
9 Aset Senilai Rp 6,9 M Hasil Sitaan dan Rampasan Tak Laku Terjual, Kajati Kalbar Mulai Evaluasi
Kabar Gembira, Kalbar Bakal Dapat Rp 1,3 T untuk Perbaikan Jalan dari Pemerintah Pusat