YOKALBAR - Petani di Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, Kalimantan Barat merana akibat terdampak banjir.
Genangan air lebih tinggi dari lutut orang dewasa merendam ratusan hektare lahan pertanian mereka.
Sejumlah petani merugi jutaan rupiah lantaran bibit yang mereka semai dan nandur mati tergenang air.
Baca Juga: Keluh Warga Sambas Usai Ditolak di Rumah Sakit Kuching
Banjir yang terjadi di Kecamatan Singkawang Utara ini sudah terjadi sejak beberapa pekan belakangan.
Bahkan hingga kini, air tak kunjung menunjukan tanda-tanda akan surut.
Darmadi salah seorang petani sekitar mengeluh dengan kondisi banjir ini.
Baca Juga: UPDATE Misteri Pembunuhan Pensiunan Guru di Sekip Lama Singkawang, Pelaku Belum Terungkap
Dirinya bahkan rugi lebih dari Rp 2 juta lantaran bibit padi tanamannya mati.
"Jelas merugi, kami pikir cuaca akan bersahabat, ternyata hujan terus hingga banjir seperti saat ini," ujar Darmadi.
Menurut para petani Kecamatan Singkawang Utara ini, sampai saat ini mereka belum mendapat bantuan apapun dari Pemerintah terkait dampak banjir.
Padahal, bantuan bibit padi sebagai modal bertani sangat mereka butuhkan saat ini.
Artikel Terkait
BPJN Kalbar Gerak Cepat Tutup Sink Hole di Pasir Panjang, Buyung: Perlu Dua Sampai Tiga Hari
Proses Penutupan Sink Hole di Jalan Pasir Panjang, Arus Lalin Dialihkan Sementara
Marak Keributan Remaja di Jalan P Natuna Singkawang, Warga Resah Hingga Curhat ke Polisi
Lapas Singkawang Dirazia, Petugas Gabungan Amankan Barang-barang Berbahaya
Antisipasi Abrasi, Pengelola TPPI Singkawang Keruk Kawasan Sepadan Pantai Secara Mandiri
Lansia di Singkawang Diduga Ditelantarkan Keluarganya, Pak Ivan: Kalau Tidak Mau Urus, Biar Saya Saja
Puan Maharani Bakal Datang ke Kota Singkawang, Tinjau Bandara dan Vihara Terbesar
Keluh Warga Sambas Usai Ditolak di Rumah Sakit Kuching