YOKALBAR - Pemulangan 11 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Kota Singkawang di Myanmar terkendala dengan lokasi tempat mereka bekerja.
Hal ini diungkap Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang, Sumastro kepada wartawan usai mengunjungi pihak keluarga para PMI.
Menurut Sumastro, wilayah tempat para PMI bekerja tersebut berada di wilayah Separatis Bersenjata.
Baca Juga: Moment Hardiknas, Siswa Siswi Di Sambas Bersalaman Dengan Guru
Kelompok Separatis Bersenjata ini merupakan kelompok yang menentang kepemerintahan Myanmar usai dikudeta pihak militer di sana.
Oleh sebab itu, menurut penuturan Sumastro, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Myanmar sulit mengakses wilayah tersebut.
"Lokasi tempat mereka (PMI asal Singkawang) itu berada di wilayah yang dikuasai Separatis Bersenjata," ucap Sumastro.
Baca Juga: Keterkaitan Separatis Bersenjata dengan Tempat Kerja 11 PMI Asal Singkawang
Meski begitu, peluang untuk memulangkan para PMI itu, Sumastro katakan masih ada.
Kejadian ini juga sudah menjadi atensi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). (*)
Artikel Terkait
Modus Menjadi Petugas PMI, Pria di Pontianak Tipu Warga yang Butuhkan Darah
Pemprov Kalbar Hibar Rp 9 Miliar untuk Markas PMI Provinsi
Pemprov Bantu Bangun Markas Besar, Ketua PMI Kalbar Lismaryani Ucapkan Rasa Syukur
Berada di Wilayah Separatis Bersenjata di Myanmar, KBRI Kesulitan Datangi Lokasi 11 PMI Asal Singkawang
Jawaban Sumastro Soal Peluang Memulangkan 11 PMI Asal Singkawang dari Wilayah Separatis Bersenjata di Myanmar
Kondisi 11 PMI Asal Singkawang yang Alami Kekerasan di Myanmar
Sosok yang Harus Dikejar Terkait Kasus PMI Bermasalah Asal Kota Singkawang
Keterkaitan Separatis Bersenjata dengan Tempat Kerja 11 PMI Asal Singkawang