"Dimana ketika sewaktu Pemilihan Walikota yang pertama sebelum pemilihan, kami berada di angka 72 sampai 74 persen sedangkan lawan hanya berkisar di 20 %. Dari pertimbangan tersebut saya memutuskan untuk maju menjadi Walikota dan berhasil mendapatkan suara sebesar 34 %. Kemudian pada Pemilihan Walikota untuk Periode kedua kami tidak berkampanye, karena kami sudah mensurvey calon-calon lainnya hanya mendapatkan persentase 10 persen, dan hasilnya Alhamdulillah waktu itu bersama Pak Edi Kamtono mendapatkan suara sebesar 52 %. Ini penting, untuk mengetahui dimana kelemahan kita, apa isu yang menarik, semuanya harus kita ketahui supaya masyarakat mendapatkan pemahaman dan pendidikan yang benar", ungkapnya.
Selanjutnya berbicara tentang lawan politik, Sutarmidji mengingatkan untuk bersikap dewasa. Dirinya mengatakan bahwa dalam politik, musuh politik itu bisa menjadi sahabat yang sangat akrab.
"Jangan menjadikan lawan politik itu musuh, tapi diajak diskusi, adu argumen saja, dimana kebanyakan orang beranggapan beda partai adalah beda musuh, jangan seperti itu. Persaingan itu jangan membodohi masyarakat, buat cerdas, jelaskan apa adanya, sampaikan dengan santun. Mari tampilkan politik yang mampu melahirkan output berintegritas", harapnya.
Artikel Terkait
Motif Pelaku Pembunuhan di Sungai Bulan Singkawang, Dipicu Cemburu Buta
Tragis, Begini Kondisi Korban Pembunuhan di Kelurahan Sungai Bulan Singkawang
Berambut Pirang, Ini Sosok Pelaku Pembunuhan di Sungai Bulan Singkawang Usai Serahkan Diri ke Polisi
Istri atau Pacar? Polisi Ungkap Status Hubungan Pelaku dan Korban Pembunuhan di Sungai Bulan Singkawang
Bukan Istri, Pelaku dan Korban Pembunuhan Ngaku Menikah Untuk Kelabui Warga Sekitar