Warga Tionghoa Pontianak Rayakan Hari Bakcang Dan Mandi Peh Cun

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Jumat, 23 Juni 2023 | 15:54 WIB
Hari Bakcang dan Mandi Peh Cun di Kota Pontianak (yokalbar)
Hari Bakcang dan Mandi Peh Cun di Kota Pontianak (yokalbar)

YOKALBAR -- Di Kota Pontianak, perayaan Hari Bakcang diadakan oleh Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Pontianak di atas kapal wisata di tepi Sungai Kapuas pada Kamis (22/6/2023).

Ritual ini ditandai dengan melemparkan bakcang ke Sungai Kapuas. Beberapa warga Tionghoa menggunakan perahu motor kecil untuk menjelajahi sungai dan mandi di Sungai Kapuas sebagai bagian dari upacara.

Tradisi mandi ini dikenal dengan sebutan Peh Cun, yaitu tradisi mandi tengah hari yang dimulai pukul 10.00 hingga pukul 12.00 WIB, ketika matahari berada tepat di atas kepala.

Baca Juga: Operasi Pasar Tahap III di Kota Singkawang : Kendalikan Inflasi Inflasi dan Membantu Masyarakat Jelang Idul A

Baca Juga: Digagalkan Menyebrang ke Malaysia Lewat Jalur Tikus, 5 WNI Berterimakasih ke Petugas Imigrasi dan TNI

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turut melemparkan bakcang dari atas kapal bersama dengan tamu undangan lainnya.

Warga yang sedang mandi di sungai yang mengelilingi kapal wisata kadang-kadang menangkap bakcang yang dilemparkan.

Edi menyatakan bahwa budaya Tionghoa dalam merayakan Hari Bakcang layak dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya yang ada di Kota Pontianak.

Meskipun merupakan tradisi kuno, budaya ini masih dijalankan oleh masyarakat Tionghoa di kota tersebut.

"Diharapkan budaya ini dapat memberikan inspirasi dan manfaat terutama dalam mempererat interaksi dan kesatuan masyarakat," ujarnya.

Tidak hanya itu, Edi juga menambahkan bahwa perayaan Hari Bakcang ini memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Pontianak.

Sebagai contoh, beberapa warga Tionghoa yang ingin mandi di Sungai Kapuas menyewa perahu motor sebagai transportasi.

Baca Juga: Polisi Ringkus Pelaku Begal di Singkawang, Total 14 Korban, Satu Diantaranya Ibu Seorang Anggota DPRD

"Saya optimis bahwa jika budaya ini diatur dengan baik, minat masyarakat untuk menyaksikannya akan semakin bertambah setiap tahun, bahkan tidak menutup kemungkinan dapat menjadi acara tahunan di Kota Pontianak," tambah Edi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Sumber: Prokopim Pontianak

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X