Cerita Mengerikan Warga Singkawang, Jadi Korban TPPO Hingga Selamat dari Wilayah Separatis Bersenjata Myanmar

photo author
Sulandra, YoKalbar
- Rabu, 19 Juli 2023 | 13:36 WIB
korban TPPO asal Singkawang berhasil pulang dengan selamat. (dok. Sulandra).
korban TPPO asal Singkawang berhasil pulang dengan selamat. (dok. Sulandra).


YOKALBAR - 9 korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Kota Singkawang, Kalimantan Barat yang terjebak di wilayah separatis bersenjata Myanmar, berhasil pulang dengan selamat.

Setibanya di Singkawang, ke-9 korban TPPO ini bertemu langsung dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang, Sumastro pada Selasa 18 Juli 2023 sore kemarin.

Meski sempat mendapat penyiksaan secara fisik hingga diancam dibunuh oleh pemberi kerja di Myanmar, ke-9 korban TPPO ini dalam kondisi baik.

Baca Juga: Pemkot Pontianak Buka Lowongan Dirut Bank Pasar, Anda Tertarik ?

Mereka sempat dipaksa bekerja selama sekitar 7 hingga 8 bulan di Kamboja dan Myanmar, usai ditipu sindikat perdagangan orang.

Salah satu korban TPPO bernama Rio sempat menceritakan betapa mengerikannya menjadi korban TPPO.

Di depan matanya sendiri, dirinya sempat melihat korban TPPO lainnya dipukuli bertubi-tubi hingga tak sadarkan diri.

Baca Juga: Terpilih Wakili Kalbar jadi Anggota Paskibraka, Sabda Ternyata Punya Cita-cita Masuk TNI

Beruntung hal itu tidak terjadi kepada dia dan 8 korban asal Singkawang lainnya yang terjebak di Yangon, Myanmar.

Meski begitu, beberapa dari mereka juga mengalami kekerasan secara fisik seperti dipukul di bagian dada dan lengan.

Ke-9 warga Kota Singkawang ini menjadi korban penipuan oleh sindikat TPPO dengan ditawarkan pekerjaan mudah yang berpenghasilan besar.

Baca Juga: PSSI Latih Calon Wasit yang Akan Gunakan Perangkat VAR

Tapi, setibanya di luar negeri, perusahaan memaksa mereka menjadi scammer untuk menipu warga Indonesia lainnya.

"Dari situ saya pengen lari, tapi saya tidak berani, karena saya difoto, dokumen imigrasi saya disita, mereka juga punya banyak orang di negara-negara lain," terang Rio.

Kejadian ini membuat Rio dan 8 korban TPPO lainnya trauma hingga tak berani lagi bekerja di luar negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sulandra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X