YOKALBAR -- Bagi masyarakat luar Kalimantan Barat, Jeruk Sambas selama ini dikenal dengan nama jeruk Pontianak.
Jeruk memang menjadi salah satu komoditas tanam petani terutama di wilayah Kabupaten Sambas, tepatnya Kecamatan Tebas dan sekitarnya.
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Jan Maringka berpesan, agar pemerintah daerah bersama masyarakat dapat lebih memikirkan branding penamaan. Selain itu, kejayaan jeruk sambas harus dapat dibangkitkan kembali.
Hal ini disampaikan Jan Maringka ketika mengunjungi Citrus Centre yang terletak di Desan Segedong Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas.
Baca Juga: Kunjungi Kalbar, Irjen Kementan Pesan Jaga Kedaulatan Pangan
Baca Juga: Peduli Lingkungan,Biro SDM Polda Dan Jajaran Tanam 250 Pohon
”Menjadi kekuatan unggulan untuk masyarakat di Perbatasan, ini harusnya disebut jeruk Sambas bukan jeruk Pontianak,” kata Jan Maringka (23/8/2023).
Sembari menikmati buah jeruk yang dipetik langsung dari batangnya, Jan Maringka menilai manisnya jeruk Sambas sama sekali tidak kalah dibanding jeruk impor.
“Potensi ekspornya juga luar biasa, bahkan negara tetangga juga sudah menghargai produk buah kita,” katanya
Sebelumnya, Jan Maringka hadir di Kalbar dalam rangka melakukan dialog kedaulatan pangan bersama masyarakat serta organisasi dan tokoh keagamaan.
Dialog dan penyerahan bantuan ini dilakukan di Kota Singkawang serta Sambas pada 22 dan 23 Agustus.
Isu kedaulatan pangan menjadi penting lantaran hamper seluruh negara di dunia sedang menghadapi masalah serupa.
Tantangan pertanian saat ini antara lain adanya ancaman perubahan iklim (El Nino), ancaman alih fungsi lahan, dan kurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Artikel Terkait
Manfaat Teh Daun Kelor untuk Ibu Menyusui
Cara Mengolah Daun Kelor untuk Kolesterol dan Asam Urat
AKP Albert Yusuf : Tetap semangat dan terus berinovasi...
Kunjungi Kalbar, Irjen Kementan Pesan Jaga Kedaulatan Pangan