YOKALBAR - Kasus DBD yang terjadi di Kota Singkawang menjadi ancaman serius yang tak boleh dibiarkan.
Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Kesehatan sudah mengambil langkah penanggulangan DBD di Kota Singkawang.
Selain melakukan penyelidikan epidemiologi, petugas juga mendatangi rumah penderita dan sekitarnya untuk memastikan tidak terjadinya kasus DBD yang dialami masyarakat.
Baca Juga: DBD Serang Anak-anak di Singkawang, Ternyata Berasal dari Rumah dan Sekolah
Mereka juga memantau jentik-jentik di tempat penampungan air, untuk menilai perlu atau tidaknya fogging dan pemberian bubuk abate.
Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, Mursalin upaya pencegahan utama adalah 3M.
Baca Juga: 37 Kasus DBD Ditemukan di Singkawang, Sebagian Besar Penderita Adalah Anak-anak
"Yaitu menguras tempat penampungan air secara berkala minimal 2 minggu sekali, menutup tempat penampungan air dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan yang akan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti," pungkasnya. (*)
Artikel Terkait
Jan Maringka : Manisnya Jeruk Sambas Tidak Kalah dari Jeruk Luar Negeri
IKIP PGRI PONTIANAK GELAR PKM LITERASI SEJARAH DI SDIT- AL BAISUNY PONTIANAK
Manfaat Air Kelapa Hijau untuk Diare: Khasiat Luar Biasa yang Perlu Anda Ketahui
37 Kasus DBD Ditemukan di Singkawang, Sebagian Besar Penderita Adalah Anak-anak
DBD Serang Anak-anak di Singkawang, Ternyata Berasal dari Rumah dan Sekolah