YOKALBAR - Selama ini, jika mendengar istilah 'Robo-robo' pikiran warga Kalimantan Barat mayoritas akan terpatri Kabupaten Mempawah.
Lantaran budaya yang satu ini terutama di Kalbar identik dengan Kabupaten di pesisir Kalbar tersebut.
Namun, kini bukan hanya Mempawah saja yang akan mengemas budaya tersebut dalam sajian konsep pariwisata.
Terlihat orang-orang duduk dengan posisi bersila dan saling menghadap di sepanjang Jalan Tanjung Harapan, di wilayah 'Kampung Nelayan', Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur.
Di hadapan mereka terdapat beragam jenis kue tradisional khas Pontianak, mulai dari ketupat, klepon, gamat, apam, putu mayang, dokok-dokok, lepat ubi, dan masih banyak kue tradisional lainnya.
Baca Juga: 10 Sungai Terpanjang di Indonesia, Nomor 1 Ada Di Kalimantan Barat
Pemandangan yang tidak biasa ini merupakan bagian dari perayaan Robo-robo, sebuah tradisi budaya tahunan di Kota Pontianak.
Tradisi ini diadakan setiap tahun pada hari Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Islam, sebagai ungkapan rasa syukur dan doa bersama untuk menghindari bencana.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, hadir di tengah-tengah warga, merasakan atmosfer yang akrab, sambil bersenang-senang dan menikmati hidangan yang disajikan. Bagi Edi, Robo-robo adalah tradisi yang mengandung nilai-nilai budaya dalam masyarakat, termasuk berbagi makanan dengan sesama.
“Semoga tradisi ini terus dipertahankan, dan setiap tahun kita bisa melihat inovasi-inovasi yang tidak hanya diikuti oleh warga di sepanjang Jalan Tanjung Harapan, tetapi juga oleh masyarakat lain, sehingga bisa menjadi salah satu kegiatan budaya kreatif,” katanya setelah berkunjung dan berbicara dengan warga yang turut serta dalam Robo-robo pada Rabu (13/9/2023).
Semangat warga Kampung Nelayan menjadi dasar bagi semaraknya perayaan Robo-robo tahun ini.
Edi sangat menghargai setiap niat baik yang berkontribusi dalam melestarikan budaya. Ia berharap acara Robo-robo ini dapat diatur dengan sebaik mungkin agar menjadi daya tarik wisata di Kota Pontianak.
"Saya berharap tahun depan Dinas Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga (Disporapar) Kota Pontianak dapat mengalokasikan anggaran untuk Robo-robo agar acaranya lebih meriah,” ungkapnya.