kalbar

3107 Warga Terkena ISPA, Ini Pesan Dinkes Singkawang

Selasa, 19 September 2023 | 07:20 WIB
Maraknya Kebakaran Hutan, Ini Tips Mencegah ISPA (Pixabay)

YOKALBAR - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) telah memberikan dampak pada peningkatan Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Singkawang.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, Mursalin, pada hari Kamis (14/9/2023) di Ruang Kerjanya.

"Selama musim kemarau ini, yang disebabkan oleh Karhutla, kami telah mencatat peningkatan kasus ISPA di Singkawang," ungkap Mursalin.

Baca Juga: Tujuan Utama Dari Hari Bebas Berkendaraan Bermotor

 

Baca Juga: Akun Puspen TNI Digeruduk Netizen Saat Unggah ‘TNI Merangkul Pendemo Di Rempang’, Fotonya Ketahuan di Madiun

Mulai dari Januari hingga Agustus 2023, angka penderita ISPA telah meningkat secara signifikan, dengan rata-rata mencapai 2379 kasus, mencapai puncaknya pada bulan Juli 2023 dengan 3.107 kasus ISPA.

Dalam menghadapi lonjakan jumlah penderita ISPA yang begitu tinggi, Mursalin menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya sebaik mungkin untuk memberikan penanganan yang tepat guna agar tidak berakibat fatal bagi para penderitanya.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Singkawang telah menyiapkan tenaga profesional di semua Puskesmas, untuk memberikan perawatan dan pengobatan ISPA secara intensif.

"Bagi warga yang mengalami ISPA, jangan khawatir, kami telah menyiapkan tenaga profesional di seluruh Puskesmas di Kota Singkawang, silakan datang langsung ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang diperlukan," tambahnya.

Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan secara intensif dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan ISPA. Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker saat keluar rumah, meningkatkan konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi, menjalani olahraga secara teratur, dan memastikan mereka mendapatkan istirahat yang cukup.

"Kita selalu percaya bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan," tutup Mursalin.

 

Tags

Terkini