kalbar

Hujan Turun, Karhutla Sambas Tidak Lagi Menyala

Minggu, 24 Maret 2024 | 19:37 WIB
Proses pemadaman Karhutla di Kabupaten Sambas (yokalbar)

 

YOKALBAR, SAMBAS -- Berkat hujan yang turun, akhirnya titik panas atau karhutla yang terjadi diwilayah Kabupaten Sambas mulai padam.

"Di desa Trimandayan Kecamatan Teluk Keramat, kondisi sudah padam total, alhamdulillah hujan," kata Yuyu Wahyudin Kepala Daerah Operasi Manggala Agni 24/3/2024

Sebelumnya, akibat minimnya sumber air pada musim kemarau beberapa hari terakhir ini, disertai angin kencang kejadian kebakaran lahan gambut, menyulitkan tim gabungan untuk memadamkan karhutla yang melanda kawasan perkebunan warga di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Selasa, 20 Maret 2024

 Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2024 Dibuka Hari Ini, Simak Selengkapnya Jangan Sampai Ketinggalan

Baca Juga: Cuaca Panas Terik Kemarau Picu Karhutla Berkepanjangan di Sambas

Kepala Regu Pondok Kerja Manggala Agni Sambas Hendra Cipta mengungkapkan, upaya pemadaman gabungan dilakukan Manggala Agni Ponja Sambas bersama pihak TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Semata.

 

“Kita sudah lakukan upaya pemadaman dini bersama TNI, Polri, Kelompok Masyarakat Peduli Api dan elemen Masyarakat lainnya, saat ini terkendala oleh sumber air yang cukup minim hingga jangkauan selang tak cukup untuk menjangkau sumber api yang ada di dalam lahan tersebut, dimana cuaca sangat panas ditambah angin yang kencang sehingga dapat mempercepat perluasan kebakaran hutan dan lahan.” Ujar Hendra Cipta, Selaku Kepala Regu Pemadaman.

 

Di tempat terpisah Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin membenarkan terkait adanya kejadian Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda di kawasan perkebunan warga di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas.

 

“Memperhatikan prediksi dari BMKG yang mana beberapa hari ini intensita turun hujan berkurang, meningkatkan kekeringan pada uji serasah hingga membuat lahan yang sudah lama tidak di kelola meningkatkan resiko pembukaan lahan dengan cara di bakar, Kondisi itu diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang sehingga api cepat membesar membakar tumbuhan kering di sekitar” Ujar Yuyu Wahyudin, S.H Selaku Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang

 

Halaman:

Tags

Terkini