YOKALBAR - Joyo (56), warga Desa Mekar Baru, Kecamaran Monterado, Bengkayang tak henti-hentinya mengucap syukur, setelah rumah berdinding kayu dan beratapkan daun "disulap" menjadi rumah semi permanen dengan dinding beton dan atap seng.
Bekerja serabutan sebagai penjual burung Tekukur, Joyo bersama istri dan empat anaknya tinggal bersama di rumah dengan kondisi tak layak huni selama bertahun-tahun.
Atap yang terbuat dari daun kerap kali bocor di kala hujan. Angin malam yang "menusuk" juga setiap malam menembus celah-celah dinding kayu yang tak rapat.
Dengan penghasilan yang tak menentu dari berjualan burung, memiliki rumah yang layak seakan menjadi mimpi di siang bolong bagi Joyo dan keluarganya.
Mengetahui kondisi memprihatinkan yang dialami keluarga Joyo, Dirus seorang Anggota TNI dari Kodim 1209/Bengkayang berpangkat Serda, sigap mengulurkan tangan memberikan bantuan.
Serda Dirus yang memang sudah sejak lama dikenal dengan aksi sosial bedah rumah, langsung menggalang donasi untuk membangunkan rumah impian yang layak huni bagi keluarga Joyo.
Hingga pada Kamis (10/10), rumah semi permanen dengan panjang 7 meter dan lebar 4 meter, berdinding beton dan beratap seng, serta memiliki 2 kamar tidur dan dapur, berhasil dibangun untuk keluarga Joyo.
Kepada wartawan, Serda Dirus mengungkapkan berhasil mengumpulkan donasi dari berbagai pihak. Tak hanya donasi berupa uang tunai, bantuan yang berhasil dirinya juga berupa material bangunan, seperti semen hingga batako.
"Puji tuhan banyak pihak yang berdonasi membantu pembangunan rumah untuk pak Joyo dan keluarganya ini," ungkap Serda Dirus, Kamis (10/10).
Selain karena rasa kemanusian, kata Serda Dirus, aksi bedah rumah untuk keluarga Joyo ini juga sebagai hadiah HUT ke 79 TNI di tahun 2024 ini.
Rumah baru milik Joyo ini, menjadi rumah ke-28 yang berhasil dibangun oleh Serda Dirus dengan aksi Bedah Rumah yang sudah ditekuninya selama bertahun-tahun.
Dirinya sangat berterimakasih kepada seluruh donatur yang sudah membantu dalam aksi bedah rumah ini.