"Kalau tidak ada bantuan dari para donatur, rasanya mustahil saya bisa bantu bikin rumah untuk mereka (warga kurang mampu), jadi sangat bersyukurlah masih banyak orang baik yang perhatian dengan saudara-saudara kita," terangnya.
Di tempat yang sama, Joyo dengan mata berkaca-kaca juga mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Serda Dirus dan para donatur yang sudah mewujudkan impiannya memiliki rumah layak huni.
"Semoga Allah berikan kesehatan, kesuksesan dan rejeki yang berlimpah untuk pak Babinsa (Serda Dirus) dan donatur," ucap Joyo berdoa.
Kehidupan Joyo memang cukup memprihatinkan, ia sehari-hari bekerja menjual burung Tekukur yang dihargai begitu murah, hanyak Rp 8 ribu per ekor.
Sedangkan burung jenis Tekukur tersebut, tidaklah mudah didapatkan. Tak jarang dirinya harus pulang dengan tangan kosong lantaran tak menemukan burung Tekukur untuk dijual.
Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari istri dan 4 orang anaknya, Joyo hanya bisa mencari sayur di hutan dan mengharapkan belas kasih warga sekitar.
Usianya yang semakin tua, juga menghambat geraknya untuk berburu burung di hutan. Beruntung, anak laki-laki yang berusia remaja turut membantunya mencari rejeki dengan berkerja serabutan.
Rumah layak huni yang kini dimiliki Joyo, menambah harapan hidup keluarga kecil ini. Setidaknya membantu memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal yang tergolong kebutuhan primer manusia.
Di tempat yang sama, Perangkat Desa Mekar Baru turut bersyukur dengan rumah layak huni untuk Joyo. Kaur Desa Mekar Baru, Robertus Jamal menyebutkan, pihaknya sangat berterikakasih dengan bantuan aksi bedah rumah yang digagas Serda Dirus.
"Kami seluruh masyarakat Mekar Baru, sangat berterimakasih kepada Serda Dirus dan para donatur yang luar biasa antusias membantu pak Joyo," kata Robertus Jamal. (*)