“Kita juga bertanya ke ahli sejarah, ahli arkeolog dan ahli dalam ilmu sanad, bahkan kami sampai ke Ponpes Temboro di Jawa Timur dan Alhamdulillah mereka secara sinkron menyatakan keaslian artefak-artefak ini, sehingga kami yakin untuk menggelar pameran ini di Kalimantan Barat,” tutupnya