YOKALBAR PONTIANAK – Banjir dan tanah longsor masih menjadi ancaman serius di Kalimantan Barat sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, tercatat sebanyak 62 kejadian bencana banjir dan longsor terjadi di wilayah ini.
Dampak dari bencana tersebut tidak hanya merugikan secara material, tetapi juga merenggut korban jiwa.
Sebanyak 4 orang meninggal dunia, 2 orang mengalami luka-luka, dan 2.888 jiwa terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Total ada 443.473 orang yang terdampak langsung oleh bencana banjir dan longsor sepanjang tahun lalu.
Baca Juga: Sambut Imlek, Polda Kalbar Gelar Operasi Liong Kapuas 2025
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalimantan Barat, Daniel, menjelaskan bahwa bencana ini juga menyebabkan kerusakan signifikan. Sebanyak 95.714 rumah warga terdampak, dengan 22 rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, 9 jembatan rusak berat akibat terjangan banjir dan tanah longsor.
“Bencana banjir dan longsor ini memang menjadi tantangan yang harus terus kita waspadai. Selain merusak infrastruktur, dampaknya juga sangat besar terhadap kehidupan masyarakat,” ujar Daniel.
BPBD Kalimantan Barat terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah mitigasi dalam menghadapi potensi bencana di tahun 2025. Langkah seperti menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat komunitas diharapkan mampu mengurangi dampak bencana di masa depan.