kalbar

Banjir Landa Wilayah Kalbar, PJ Gubernur Salut Kepedulian Pemerintah Pusat

Jumat, 31 Januari 2025 | 02:26 WIB
Bantuan Banjir Landak (yokalbar - Diskominfo Kalbar)

 

YOKALBAR PONTIANAK-- Sejak beberapa minggu terakhir, Provinsi Kalimantan Barat sedang dilanda Bencana alam baik banjir, puting beliung dan tanah longsor (Bantingsor) di beberapa titik wilayah yang ada di Kalbar, Kamis (30/1/2025).

Bencana yang disebabkan oleh faktor hidrometeorologi ini selalu meningkat setiap tahunnya.

Meskipun terkadang tidak menimbulkan banyak korban jiwa, bencana ini tetap saja merusak infrastruktur dan mengganggu stabilitas perekonomian masyarakat secara signifikan.

Baca Juga: Saprahan Khatulistiwa 2025 Digodok dengan Baik, Harisson Apresiasi

Baca Juga: Banjir Mempawah, Bupati Terpilih Erlina Ria Norsan Terus Koordinasikan Bantuan

Karakteristik banjir sangat beragam. Banjir dapat disebabkan karena curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi serapan tanah yang cukup. Atau dapat terjadi dalam bentuk rob atau bandang.

"Pada intinya Pemerintah terus berusaha keras untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana baik banjir, puting beliung, dan tanah longsor yang ada di Kalimantan Barat melalui pemerintah daerah baik itu berupa anggaran dan Juga bentuk alat supaya jajaran pemerintah bersama dengan BNPB dan Forkopimda bisa lebih efektif dalam membantu masyarakat," hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bid. Pembangunan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Pratikno, M. Soc. Sc., usai memimpin Rakor Tanggap Darurat Bencana Batingsor Prov. Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.

Menko Pratikno juga meminta kepada seluruh jajaran agar mampu merencanakan dengan baik atas potensi-potensi terhadap bencana yang terjadi agar mampu diminimalisir.

"Tentu atas dasar hal ini kami di level Pemerintah pusat jug saling berkoordinasi lintas Kementerian bersama berusaha untuk memaksimalkan dalam pencegahan bencana-bencana itu bisa diminimalisir di waktu - waktu yang akan datang," ujar Pratikno.

Sementara itu, menambahkan atas apa yang disampaikan Bapak Menko, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa ada enam Kabupaten/Kota di Kalbar yang mengalami bencana banjir dengan dampak yang cukup signifikan seperti Kab. Sambas, Kab. Sanggau, Kab. Bengkayang, Kab. Landak, kemudian Kab. Kubu Raya, dan yang terakhir Kab. Mempawah.

"Oleh sebab itu, Pemerintah pusat memerintahkan kepada kami bahwa keenam daerah itu agar segera dibantu tanggap daruratnya kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah pasca bencana," terang Mayjen TNI Suharyanto.

Kepala BNPB Suharyanto menilai, bahwa di Kalimantan Barat sebenarnya memiliki daerah yang bisa dijadikan contoh dalam menangani banjir dengan baik seperti Kab. Sintang di tahun 2022 yang mana saat itu kita laksanakan secara terpadu baik dari Pemerintah pusat dan daerah, swasta serta Kementerian Lembaga terkait.

"Dan alhamdulillah, dari pelajaran itu ada hasilnya. Ternyata dari tahun 2022 sampai 2024 dan 2025 daerah Sintang yang biasanya menjadi daerah langganan banjir dan dua tahun terakhir ini tidak terjadi banjir lagi," imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini