Sementara itu, Kepala Bappeda Kalbar Mahmuda menegaskan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen, melainkan pedoman strategis yang harus mengakar pada kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan nasional.
Dukungan dari pemerintah pusat juga mengalir.
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, dalam sambutannya secara daring menyebut Kalbar sebagai salah satu provinsi yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan jangka panjang nasional.
Ia menyebutkan, Musrenbang menjadi momen penting untuk menyatukan visi dan langkah, baik dari pusat hingga daerah.
“Transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola harus menjadi landasan kita dalam menyongsong masa depan,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong, Kalbar kini bersiap menapaki langkah besar menuju 2029 – membawa harapan, perubahan, dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya.