Pihak kepolisian menemukan sejumlah bukti kekerasan dari hasil autopsi tersebut.
"Beberapa hari kemarin kita ada menerima laporan hasil autopsi dari pihak kedokteran, dan ada temuan-temuan misalnya luka pada bagian wajah korban," kata AKP Deddi Sitepu, Senin (21/7/2025).
Fakta luka pada bagian wajah korban ini kata Deddi akan disinkronkan dengan pengakuan tersangka UA, yang akan digambarkan melalui rekonstruksi yang akan digelar nantinya.
"Luka-luka pada bagian wajah itu dari pengakuan tersangka diletakkan atau ada upaya kekerasan ke lantai,"katanya.
Dari hasil autopsi pula diketahui jika korban meninggal dunia pada hari pertama balita Rafa ini dikabarkan hilang.
"Kalau untuk penyebab kematian, menurut keterangan dokter karena tubuh balita ini masih sangat muda mengakibatkan proses pembusukan lebih cepat, namun diketahui korban meninggal pada hari pertama kejadian" katanya.
Sebelumnya kasus meninggalnya Rafa menyedot atensi publik pada pertengahan Juni lalu. Balita ini dikabarkan hilang dikediamannya di Kelurahan Sekip Kota Singkawang dan ditemukan meninggal dunia empat hari kemudian di Kelurahan Roban.
Polisi berhasil mengungkap pembunuh Rafa yang tak lain adalah UA, tetangganya sendiri.