YOKALBAR PONTIANAK- Peristiwa pemukulan oknum anggita TNI berinisial F terhadap Teguh seorang driver ojol di Pontianak, langsung ditindaklanjuti Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael. Ia turun langsung mendatangi korban yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Medika Djaya, Pontianak.
Dalam kunjungan itu, Pangdam secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarganya.
Ia menegaskan bahwa dirinya memikul tanggung jawab moral atas tindakan bawahannya.
Baca Juga: Gubernur Ria Norsan Luncurkan Program Internet Gratis untuk Pendidikan di Kalbar
“Saya tanggung jawab moral. Biarpun salah, dia tetap anak buah saya. Kalau salah, saya hukum. Tetapi dia anak buah saya, harus ada konsekuensi yang diterima," kata Pangdam.
Menurut Pangdam, sebagai bentuk empati nya, ia mendatangi keluarga korban, menemui korban yang sedang dirawat.
"Saya mohon maaf atas nama institusi,” tegas Mayjen Jamallulael.
Meski begitu, Pangdam menekankan bahwa insiden tersebut bukanlah persoalan antar institusi, melainkan gesekan personal yang dipicu emosi sesaat di lapangan.
“Walaupun saya tahu proses kejadiannya bukan antara institusi ke institusi. Saya lihat, saya baca laporan itu hanya gesekan personal di lapangan, sesaat kemudian mungkin emosi meluap terjadi hal sedemikian. Jadi saya agak sedikit tenang. Bukan karena intimidasi atau upaya-upaya lain,” jelasnya.
Pangdam memastikan proses hukum terhadap oknum prajurit tetap berjalan sesuai aturan. Dirinya berkomitmen memberikan sanksi tegas kepada setiap anggota yang melanggar.