“Program kita dua tahun ke depan masih fokus di wilayah Ketapang, termasuk ruas Kepatang–Pesaguan ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan target jangka menengah pembangunan infrastruktur jalan di Kalbar. Pemerintah menargetkan kondisi jalan mantap dapat mencapai 80 persen dalam lima tahun mendatang.
“Mudah-mudahan bisa tercapai. Kalau tidak, setidaknya mendekati target tersebut,” kata dia.
Tak hanya Ketapang, Ria Norsan memastikan bahwa kabupaten lain di Kalbar juga tetap menjadi prioritas pembangunan. Pemprov akan memulai perbaikan dari ruas-ruas yang dinilai paling rusak dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
“Kita tetap perhatikan kabupaten lain. Kita prioritaskan yang rusak-rusak dulu, terutama yang rusak parah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur desa dan antarkecamatan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan ekonomi daerah, pemerataan pembangunan, serta akses layanan publik.
Menurut Norsan, keberhasilan pembangunan jalan bukan hanya berdampak pada pergerakan orang, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian, meningkatkan daya saing desa, dan mempermudah akses pendidikan serta kesehatan.