kalbar

UGM dan Dinas Pendidikan Singkawang Perkuat Sinergi Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi

Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:33 WIB

YOKALBAR, SINGKAWANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang menerima kunjungan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam rangka dialog pengembangan pendidikan dasar dan menengah yang berlangsung di Aula Kartini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Kamis (6/8).

Tim Fakultas Filsafat UGM dipimpin oleh Dr. Sonjoruri Budiani Trisakti, S.S., M.A., didampingi Fitri Alfariz, M.Phil., Dr. M. Rodinal Khair Khasri, dan Dr. Rizal Mustansyir.

Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, H. Asmadi, S.Pd., M.Si., bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, H. Safari Hamzah, S.Ag., M.Si.

Peserta kegiatan merupakan kepala sekolah dan guru yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Barat.

 

Baca Juga: Polisi Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek MOT RSUD Babel, Kerugian Ditaksir Rp5 Miliar Lebih

 

Sebagian besar sekolah yang hadir juga merupakan penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja, sehingga pengalaman mereka dalam mengimplementasikan inovasi pembelajaran menjadi bahan utama diskusi.


Dialog menghasilkan sejumlah catatan penting mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Pertama, peserta didik saat ini tumbuh sebagai generasi digital sehingga guru dituntut terus meningkatkan literasi dan kompetensi teknologi.

Kedua, beberapa sekolah di Kota Singkawang telah mulai menerapkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan memanfaatkan teknologi, termasuk melalui pembelajaran coding sebagai bagian dari penguatan kompetensi abad ke-21.

Di sisi lain, para peserta juga mengungkapkan bahwa dari perspektif peserta didik, teknologi hanyalah alat bantu dalam proses belajar.

Anak-anak justru lebih antusias ketika belajar melalui pengalaman langsung, kegiatan di alam terbuka, praktik, dan interaksi sosial.

Sementara itu, pada satuan pendidikan nonformal seperti PKBM, pemanfaatan teknologi masih perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang sebagian berasal dari kelompok usia dewasa (baby boomer), sehingga materi pembelajaran perlu diselaraskan dengan kebutuhan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Halaman:

Terkini