YOKALBAR-- Program Studi S2 Pendidikan IPS IKIP PGRI Pontianak dan IAIS Sambas mendorong H.M Basiuni Imran Mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional.
Prodi S2 Pendidikan IPS IKIP PGRI Pontianak bekerjasama dengan IAIS Sambas mendorong pemerintah Kabupaten Sambas untuk mengusulkan H.M Basiuni Imran menjadi pahlawan nasional.
Beberapa pertimbangan yang mendorong anugrah gelar ini di sampaikan dalam kegiatan seminar yang di hadiri oleh Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi, S.I.P, M.H. Sc dn beberapa tamu undangan lainnya termasuk ahli waris H.M Basiuni Imran.
Dr. Sunandar M.Hum dosen di IAIS Sambas menuturkan H.M Basiuni Imran sebagai Maharaja Imam di Kesultanan Sambas mendorong H.M Basiuni Imran untuk melakukan perubahan besar di Sambas di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
H.M Basiuni Imran semasa berkuliah di Timur Tengah aktif di dunia pers.
Dr. Hana Mauludea, M.Pd (Dosen IKIP PGRI Pontianak) mengungkapkan sejumlah tokoh nasional mengakui kepakaran H.M Basiuni Imran, diantaranya Buya Hamka dan H. Agus Salim.
H.M Basiuni Imran menerapkan metode pendidikan yang berwawasan kemasyarakatan, sehingga menjadi teladan bagi murid-muridnya.
Masih menurut pendapat Dr. Hana Mauludea, M.Pd yang merupakan sekretaris Program Studi S2 Pendidikan IPS IKIP PGRI Pontianak menjelaskan bahwa perlu ada pengawalan yang berkelanjutan dalam upaya menjadikan H.M Basiuni Imran sebagai pahlawan nasional.
Seminar pengajuan H.M Basiuni Imran sebagai pahlawan nasional ini dihadiri kurang lebih seratus undangan dari berbagai kalangan seperti pemerintahan, Kesultanan Sambas, ahli waris, tokoh masyarakat, organisasi massa, lembaga, dosen, guru, maupun mahasiswa.
"Ini merupakan langkah awal bagi pengusulan H.M Basiuni Imran sebagai pahlawan nasional." Katanya.