YOKALBAR- Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengapresiasi kinerja dua desa yang ada di Sambas.
Dua desa ini selain memperoleh peringkat yang sangat membanggakan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan Indeks Desa Mandiri (IDM), juga memiliki BuMdes yang inovasinya patut diacungi jempol dalam penyediaan jasa internet bagi banyak desa di Indonesia.
"Desa Sekura, menempati urutan ke 16 di tingkat nasional dari 75 ribuan desa. Kalau ini bisa ditingkatkan, saya yakin bisa memperoleh urutan ketiga bahkan kedua.” katanya saat berada di Sambas.
Kemudian Bumdes Desa Sejiram yang bergerak pada layanan jasa internet, berhasil menyediakan jasa layanan internet bagi lebih dari 100 an desa lainnya.
“Desa - desa di Kalbar silahkan kalau mau studi banding kesini. Orang datang kesini, menginap di hotel, makan minum disini, ekonomi akan tumbuh. Harus ada potensi yang bisa dijual."katanya.
Sutarmidji mengaku bingung jika masih saja ada perangkat dari Kalbar yang melakukan studi banding di luar Kalbar, padahal ada yang berprestasi di Kalbar.
Baca Juga: Terkait Jalan, Sutarmidji Sampaikan Kewajiban Provinsi di Sambas Hampir Tuntas
Baca Juga: FIFA Rapat di Rwanda, Erick Thohir Boyong Ratu Tisha dan Exco PSSI
"Saya bingung, kenapa masih ada yang ingin studi banding keluar, apalagi kalau rangking desanya di atas 1000, kan lucu. Kalau kita sudah tidak menghargai capaian daerah, siapa lagi. Ini semua untuk siapa? Untuk kita juga. Itu baru menunjukkan Sambas Berkemajuan", tegas Sutarmidji sembari disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari hadirin yang hadir pada kegiatan tersebut
Kemudian, ia mengajak kepada Pemerintah Kabupaten Sambas untuk terus membenahi data agar benar - benar menjadi sumber informasi yang valid dalam menyusun kebijakan.
"Saya berpesan, saat ini semua harus dijawab dengan data, apapun itu. Tidak mungkin musrenbang ini sukses, kalau data yang dibuat seakan - akan baik (tidak valid/manipulasi).” katanya.
Kata Sutarmidji dirinya butuh 3 tahun jadi Gubernur untuk benahi data. Hasilnya baru dirasa ketika tahun keempat. Karena semua harus dengan data yang valid.
“Sehingga, nantinya siapapun yang melanjutkan harus lebih baik dari capaian sekarang. Hal Ini sejalan dengan apa yang ditekankan Presiden Joko Widodo, harus satu data", pungkasnya
Selain itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan kewajiban sekaligus wewenang provinsi di Kabupaten Sambas terutama menyangkut akses jalan untuk kebutuhan transportasi telah hampir tuntas.