YOKALBAR -- Puluhan personil gabungan dari kepolisian, TNI, Dishub, Satpol PP hingga perwakilan kepala sekolah melakukan kegiatan pencegahan balap liar di Kota Singkawang pada Minggu (2/4/2023) dinihari.
Langkah ini dilakukan agar balap liar tidak terus menerus terjadi di Kota Singkawang.
"Aparat gabungan ini kita konsentrasikan di titik-titik yang biasa terjadi balap liar," kata Kabagops Polres Singkawang, Kompol Andri
Adapun titik yang biasa menjadi arena adu cepat pembalap liar ini antara lain, ruas jalan Sejahtera depan Vihara Tri Dharma Bumiraya, Jalan Diponegoro, Jalan Niaga Patung Naga dan Jembatan Agen.
Selain menyiagakan anggota, tim juga melakukan patroli ke area-area titik dimana para remaja berkumpul.
"Kita berikan imbauan agar mereka pulang karena jam sudah dinihari," kata Andri
Selain itu, dalam pelaksanaan kegiatan ini juga mengedepankan sisi humanis dengan pola preemtif dan preventif.
"Kita disini dalam rangka menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah baru" kata Andri.
Sebelumnya, pada pekan sebelumnya seorang warga bernama Sigit menjadi korban pengeroyokan oleh pelaku pembalap liar.
Selepas enam hari menjalani perawatan, Sigit kemudian menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Abdul Aziz.
Sontak kejadian ini menghentak warga kota Singkawang, jika balap liar merupakan perbuatan yang memang harus dihilangkan.
Biasanya balap liar rutin dilakukan oleh mayoritas remaja ini pada Kamis dan Minggu dinihari di Kota Singkawang.
Mereka kucing-kucingan dengan aparat yang melakukan pembubaran.