YOKALBAR - Inflasi masih menjadi persoalan bagi Kota Singkawang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar, pada Maret 2023, Kota Singkawang alami inflasi Year on Year (YoY) sebesar 5,41 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,66.
Angka ini menjadikan Kota Singkawang mengalami peningkatan inflasi tertinggi, mengalahkan Kota Pontianak dengan persentase inflasi yoy 5,04 dan Sintang dengan persentase inflasi yoy 4,60 persen.
Baca Juga: Cukup 2 Pekan, Pj Wako Sumastro Optimis Persoalan Tanah Akses Jalan Bandara Singkawang Selesai
Tingginya inflasi di Kota Singkawang ini ditanggapi anggota DPRD Singkawang dari partai Gerindra, Dido Sanjaya.
Dido menilai Pemerintah Kota Singkawang belum serius menangani kenaikan inflasi di Kota Singkawang.
"Pemerintah kota singkawang harus lebih serius menangani kenaikan inflasi," ucap Dido Sanjaya.
Baca Juga: Miris, Sejoli di Singkawang Terjaring Razia, Si Pria Idap Sifilis, Si Wanita Biasa Open BO
Tingginya inflasi ini, Dido katakan, berdampak pada kenaikan harga.
Padahal, tidak lama lagi masyarakat di Kota Singkawang akan menghadapi Idul Fitri.
"Inflasi memberikan efek yang berbagai macam. Salahsatunya terjadinya kenaikan harga. Yang mengakibatkan kesulitan di masyarakat," terangnya.
Menurut Dido, inflasi ini merupakan masalah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah.
Langkah-langkah pengendalian inflasi, lanjut Dido, harus segera dilaksanakan.