YOKALBAR - Kota Singkawang alami inflasi tertinggi di Kalimantan Barat, dibanding Kabupaten/Kota lainnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar, pada Maret 2023, Kota Singkawang alami inflasi Year on Year (YoY) sebesar 5,41 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,66.
Angka ini menjadikan Kota Singkawang mengalami peningkatan inflasi tertinggi, mengalahkan Kota Pontianak dengan persentase inflasi yoy 5,04 dan Sintang dengan persentase inflasi yoy 4,60 persen.
Lantas, apa yang menyebabkan inflasi di Kota Singkawang ini begitu tinggi?
Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang, Sumastro menjelaskan, pembentukan inflasi di bulan Maret adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) dan daging babi.
Faktor kenaikan harga daging babi ini disebabkan karena ternak babi di Singkawang terkena penyakit African Swine Fever (ASF).
Baca Juga: Mudik Gratis 2023 : Bersama BUMN Dan Jasa Raharja Sebanyak 85.903 Jiwa
Penyakit ASF ini, Sumastro katakan, belum ditemukan vaksin/serum pencegahannya.
Padahal Kota Singkawang merupakan sentra penghasil ternak babi.
"Faktor kenaikan daging babi tersebut karena saat ini ternak babi di Kalbar, termasuk Kota Singkawang yang sebenarnya sentra penghasil ternak babi sedang terkena penyakit ASF," jelas Sumastro.
Baca Juga: Tips Mudik Aman bagi Pengguna Sepeda Motor ala Yokalbar
Alhasil, kebutuhan daging babi tersebut harus dipasok dari luar daerah Kalbar. (*)