"Kebhinekaan adalah takdir bagi Indonesia tapi keadilah, toleransi dan inklusitiftas adalah sesuatu yang harus kita rawat bersama. Itulah harapan dan visi dari Festival HAM yang akan digelar di Kota Singkawang," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Mistohizzaman, Direktur Eksekutif INFID mengatakan, Festival HAM menjadi sebuah bentuk sikap dari organisasi masyarakat sipil, Komnas HAM dan Pemerintah untuk menyampaikan apresiasi atas capaian-capaian pengakan dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.
"Hal-hal ini terus diupayakan dengan tidak melupakan beban-beban pekerjaan Pemerintahan di Indonesia," terang Mistohizzaman.
Kota Singkawang, lanjut Mistohizzaman, dipilih sebagai tuan rumah karena prestasinya yang konsisten meraih peringat pertama sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia.
Baca Juga: Ludes, Sebanyak Tiga Ribu Tiket Penutupan Pekan Raya Mensere
"Prestasi-prestasi seperti ini yang bisa menjadi pengungkit bagi kota-kota lain untuk lebih ramah HAM," terangnya.
Dijadikannya sebagai tuan rumah Festival HAM, Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang, Sumastro menyampaikan langsung ucapan terimakasih kepada Komnas HAM, Kantor Staf Presiden dan INFID.
"Mudah-mudahan dengan kepercayaan yang diberikan ini, Festival HAM yang digelar di Kota Singkawang bisa berjalan baik dan lancar," harap Sumastro.
Baca Juga: Ludes, Sebanyak Tiga Ribu Tiket Penutupan Pekan Raya Mensere
Sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia, kata Sumastro, ekosistem toleransi di Kota Singkawang dapat terus berjalan baik.
"Menghormati hak asasi manusia ini menjadi bagian dari sebuah way of line kami sejak dahulu dan akan terus kami pelihara," ucapnya.