YOKALBAR - PT PLN UP3 Singkawang mengungkap terjadinya peningkatan gangguan jaringan listrik akibat permainan layangan sejak Januari hingga Juni 2023 ini.
Dari data mereka, setidaknya sudah 60 kali gangguan jaringan listrik terganggu selama 6 bulan belakangan akibat layangan yang nyangkut di kabel PLN.
Menurut Manager PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, Beny peningkatan gangguan listrik akibat layangan semakin meningkat seiring tingginya aktivas permainan layangan di momen libur sekolah.
Baca Juga: Pecinta Mangrove Sambas Ajak Lestarikan 'Bakau'
Setidaknya 4 titik gangguan listrik terjadi, dampak dari permainan layangan, yakni Jalan Padat Karya, Jalan Kartini, Jalan Padang Pasir, Jalan Sudirman.
Padahal, layangan yang tersangkut di kabel listrik, Beny katakan, juga akan membahayakan pemilik layangan tersebut.
Bermain layangan, lanjut Beny, hendaknya di lalukan di lapangan terbuka dan jauh dari jaringan listrik serta jalan raya.
Baca Juga: MTQ Kota Singkawang Resmi Dibuka
"Karena di samping dapat mengganggu pasokan listrik juga berpotensi besar membahayakan keselamatan warga. Benang layang-layang dari kawat atau benang basah dapat menjadi penghantar listrik," terang Beny.
Mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2021 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) disebutkan adanya larangan mendirikan bangunan dan menanam tanaman yang memasuki ruang bebas minimum serta bermain layang-layang, balon udara, drone, dan/atau sejenisnya di sekitar jaringan transmisi tenaga listrik.
Baca Juga: Apa Itu Hepatitis? Penyakit Hati yang Perlu Diketahui
Beny telah memberikan arahan kepada petugas PLN untuk mewaspadai musim layang-layang ini. Pihaknya juga melakukan sosialisasi mengenai bahaya layang-layang kepada warga sekitar jaringan listrik serta mengimbau agar masyarakat bermain layang-layang di daerah terbuka yang jauh dari risiko bahaya listrik melalui media sosial.
"Kami harapkan kerja sama dari semua pihak untuk menjaga keamanan instalasi jaringan listrik khususnya di jalur transmisi maupun distribusi dengan tidak bermain layang-layang sehingga pasokan listrik kepada pelanggan tetap aman," pungkasnya. (*)