Untuk pendidikan anti korupsi, pihaknya fokus pada pembentukan karakter individu yang berintegritas. Sementara untuk pencegahan, perlu dilakukan perbaikan sistem.
David menyatakan bahwa baik individu maupun sistem memiliki peran yang seimbang dalam memberantas korupsi. Penindakan dilaksanakan untuk memberikan efek jera.
"Apabila individu memiliki integritas yang baik, namun sistemnya tidak berfungsi dengan baik, maka masih ada peluang terjadinya perilaku korupsi. Begitu juga sebaliknya," paparnya.
Keseimbangan antara individu dan sistem ini senada dengan keseimbangan antara suami dan istri dalam rumah tangga.
Karenanya, lanjut David, optimalisasi peran di masing-masing keluarga sangatlah penting. Terutama bagi kaum ibu, ia menekankan agar mereka tidak hanya menjadi penerima uang tetapi juga menjadi pengawas keuangan.
"Jangan hanya menerima uang seperti menteri keuangan, tapi juga periksa darimana uang tersebut didapat. Ibu-ibu harus bisa menjadi auditor, melakukan pemeriksaan dan klarifikasi. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, keluarga yang akan merasakan dampaknya," imbuhnya.