YoKalbar - Produksi padi dan beras di Kabupaten Sambas terus mengalami peningkatan dalam tiga terakhir. Hal tersebut disampaikan berdasarkan data BPS Kabupaten Sambas pada saat Konsultasi Publik Rancangan Awal Program Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas 2024, Kamis (9/2) di aula Kantor Bupati Sambas.
Sesuai Data yang disampaikan Kepala BPS Kabupaten Sambas, Tahun 2020, produksi padi sebesar 150.222 Ton bertambah menjadi 154.301 Ton di 2021 dan 187.635 Ton di 2022. Sedangkan untuk beras, di 2020 sebesar 88.870 Ton, kemudian menjadi 91.283 Ton di 2021 dan 111.003 Ton di 2022. Sedangkan untuk produksi beras, Tahun 2020 berada pada angka 88.870 Ton, kemudian menjadi 91.283 Ton di tahun 2021 dan 111.003 Ton di 2022. Gabah maupun beras tersebut, dihasilkan di luas panen padi sekitar 57.333 hektar di 2020, kemudian 56.815 Hektare di 2021 dan 71.813 Hektare di 2022.
Selain itu, dari data yang sama, jumlah penduduk miskin menurut sektor pekerjaan, pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan berada pada angka 88.20 persen. Sementara itu, untuk angka kemiskinan di Kabupaten Sambas, juga mengalami penurunan, mulai dari tahun 2020 angka kemiskinan di Kabupaten Sambas diketahui di angka 7,7 persen kemudian menjadi 7,6 persen di tahun 2021 dan terus menurun menjadi 6,92 di Tahun 2022.
Merujuk kepada angka tersebut, Dalam konsultasi public, Kepala Bappeda Kabupaten Sambas, Yudi menyampaikan Rencana program prioritas di 2024 , diselaraskan dengan 9 Program Unggulan Bupati dan Wakil Bupati Sambas. Yakni peningkatan pertumbuhan ekonomi yang didukung dengan pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan, Peningkatan IPM, penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting. Penurunan tingkat pengangguran terbuka, peningkatan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dan pembangunan daerah perbatasan.
Baca Juga: Tips Mengetahui Potensi Desa Paling Penting yang Harus Dilakukan Setiap Desa
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, H Arifidiar mengatakan konsultasi public ini memperlihatkan keseriusan dalam rangka melihat bagaimana pentingnya kegiatan ini guna mengisi, mengefektifkan, mengefisienkan penggunaan anggaran yang ada dalam rangka pembangunan yang akan dirasakan masyarakat." Rapat ini sangat penting, sebagai tahapan merumuskan bersama penggunaan anggaran baik itu DAU, DAK, dan lainnya, dalam rangka dalam rangka menyusun program kerja di 2024, yang nantinya bisa dirasakan masyarakat,” kata Arifidiar.(*)
Artikel Terkait
Pencopet di Malam Festival Lampiong Singkawang Berhasil Diamankan Polisi
Indonesia Kedatangan Radar Pelacak Nuklir, Siap-siap Mau Perang kah?
Kota Singkawang dan Kota Malaysia Jalin Hubungan Friendship City