YOKALBAR -- Ustad Hatoli berencana akan melaporkan pembuat kabar hoaks yang mencatut dirinya ke aparat penegak hukum di Polres Sambas.
Hal ini disampaikan Ustad Hatoli ketika melakukan pertemuan klarifikasi di Polres Sambas terkait beredarnya meme mengenai Ida Dayak yang dibuat seolah dilakukan oleh dirinya dan kemudian beredar luas di grup WhatsApp warga Sambas
Pertemuan klarifikasi ini berlangsung pada Senin 24 April di Lobi Polres Sambas yang dihadiri oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sambas, Aparat Kepolisian, Perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sambas.
"Hadir dalam acara tersebut antara lain adalah Dirkrimum Polda Kalbar Kombes Pol Aman Guntoro, S.I.K, M.H, Kapolres Sambas AKBP Sugiyatmo, S.I.K, Ketua DAD Kab. Sambas dr. Bonefansius Bone (beserta pengurus DAD Kab. Sambas), Ustad Hatoli, S.Sy. MH, Sekretaris FKUB Kab. Sambas (Saedoni) dan dihadiri juga oleh Pejabat Utama Polres Sambas." Tulis rilis Humas Polres Sambas.
Permasalahan ini berawal dari beredarnya postingan media sosial yang mencatut nama Ustadz Hatoli asal Kabupaten Sambas tentang ibu Ida Dayak yang beredar di Grup Whatsap DAD Kalbar.
Meme tersebut yang berisi tentang sejumlah ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah kerukunan warga, terutama terkait praktik dari pengobatan Ida Dayak yang sedang viral belakangan ini.
Alhasil akibat merasa tidak pernah mengeluarkan statement atau dakwah seperti yang dibuat di meme tersebut , Ustad Hatoli kemudian melakukan klarifikasi di Polres Sambas
Seperti yang dituliskan didalam rilis pertemuan oleh Humas Polres Sambas tersebut, kemudian dihadapan peserta yang hadir Ustadz Hatoli menyampaikan dirinya tidak pernah menyampaikan ceramah layaknya unggahan meme tersebut.
Suasana pertemuan klarifikasi Ustad Hatoli terkait meme Hoak Ida Dayak di Polres Sambas (yokalbar)
"Saya tidak pernah membuat postingan bahkan ceramah terkait pengobatan ibu ida dayak dan saya akan melaporkan kepada pihak Polres Sambas terkait pencatutan nama dan foto diri saya dipostingan tersebut" Ungkap Ustadz Hatoli
Pada pertemuan tersebut Dir Krimum Polda Kalbar secara umum menyampaikan agar semua pihak untuk tidak terpancing dengan meme yang memecahbelah kerukunan tersebut.
Dirinya berjanji pihak kepolisian akan mengusut tuntas masalah ini.
Dir Krimum Kombes Aman Guntoro juga memberikan imbauan agar seluruh pihak menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kepada masing-masing pihak agar tetap menjaga situasi kamtibmas serta turut memberikan himbauan terkait beredarnya postingan yang mencatut nama Ustad Hatoli, S.Sy, MH, Pihak Kepolisian akan mengusut tuntas permasalahan ini" jelas Kombes Aman Guntoro.
Senada dengan penjelasan diatas Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sambas Bonefansius menyatakan mendukung langkah pihak kepolisian.
Dirinya juga menghimbau warga untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya ke aparat berwajib terkait meme ini.
"Kami akan menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas permasalahan tersebut, dan saya menghimbau kepada masyarakat untuk dapat menahan diri dan tidak terpancing dengan permasalahan tersebut" ungkap Bonefansius.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan video testimoni tentang klarifikasi oleh Ustadz Hatoli, S.Sy.M.H, Ketua DAD Kab.Sambas dr. Bonefansius, sekretaris Fkub (Saedoni) dan Kapolres Sambas AKBP Sugiyatmo, S.I.K
Pertemuan ini sendiri berlangsung penuh kekeluargaan dan semangat menjaga persatuan dan persaudaraan dalam bingkai NKRI.
Seperti yang ditampilkan didalam foto dimana seluruh elemen yang hadir bergandengan tangan menandakan menandakan situasi yang harmonis tetap mesti dijaga oleh seluruh elemen terutama di Kabupaten Sambas.