Sajam Diasah Sebelum ke Kampus, Polisi Ungkap Pengakuan Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau

photo author
Turnado, YoKalbar
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:15 WIB
Menyoroti fakta kasus pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau. (Instagram/pekanbarutalk_)
Menyoroti fakta kasus pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau. (Instagram/pekanbarutalk_)

YOKALBAR - Kasus pembacokan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menggemparkan media sosial beberapa waktu terakhir.

Kejadian berdarah tersebut terjadi pada Kamis pagi, 26 Februari 2025 saat korban F sedang menunggu untuk melakukan seminar proposal (sempro) sikripsi.

Pelaku RM kemudian datang dan mengayunkan kapak kepada korban hingga membuatnya bersimbah darah di depan ruangan.

Baca Juga: Update Kasus Pembacokan Mahasiswi di Kampus UIN Suska Riau, dari Motif Pembacokan hingga Ancaman 12 Tahun Bui

Setelah diamankan oleh kepolisian, RM kini ditetapkan sebagai tersangka dan fakta baru terungkap dalam proses penyidikan.

Sudah Merencanakan Sejak November 2025, Sajam Diasah Sebelum ke Kampus

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah membeberkan bahwa pelaku sudah memiliki niat untuk melukai korban sejak tahun lalu.

“Yang bersangkutan menyatakan dari awal November sudah ada niat melakukan hal ini. Namun baru terlaksana pada kemarin hari Kamis di UIN Suska,” kata Anggi pada Jumat, 27 Februari 2026.

“Memang, yang bersangkutan dari rumah sudah mempersiapkan datang ke UIN Suska lantai 2, ruangan ujian sempro untuk Hukum. Di situ sempat cekcok, habis cekcok tersangka langsung mengayunkan kapaknya ke korban,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Anggi menyebutkan bahwa korban menerima kurang lebih 8 kali bacokan kapak dari pelaku.

“Kapak mengenai kepala bagian belakang, leher bagian belakang, punggung 3 sayatan, lalu pergelangan tangan dan jari tengah tangan kiri. Itu sih yang saya lihat,” terangnya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Sebut Ada Dendam Persoalan Asmara

Menurut Anggi, luka di bagian pergelangan tangan menjadi salah satu bagian terparah yang dialami oleh korban karena menangkis kapak.

“Dari pengakuan tersangka, dia asah dulu di rumah sebelum pergi menemui korban di UIN Suska dan diambil dari rumah,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X